Laporan Dugaan Pelanggaran Hakim ke KY Naik pada Semester I 2026
Komisi Yudisial menerima 1.402 laporan perilaku hakim pada Semester I 2026, meningkat 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ilustrasi sistem persenjataan rudal jarak jauh darat ke udara S-300/Sputniknews-Russian Defence Ministry
Harianjogja.com, TOKYO— Korea Utara diduga telah menembakkan rudal balistik dari sebuah kapal selam, hanya beberapa jam setelah Pyongyang mengatakan akan melanjutkan pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat (AS).
Pejabat Korea Selatan mengatakan sebuah rudal yang diluncurkan di dekat pelabuhan Wonsan terbang sekira 450 km dan mencapai ketinggian 910 km, sebelum mendarat di Laut Jepang. Jika dikonfirmasi, insiden itu akan menjadi peningkatan yang signifikan dari uji coba rudal jarak pendek yang telah dilakukan Korea Utara sejak Mei.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengecam keras peluncuran misil balistik yang dilakukan oleh Korea Utara, Rabu (2/10/2018). Shinzo mengatakan peluncuran itu dinilai melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
PM Abe mengatakan Pyongyang telah meluncurkan dua peluru kendali balistik. Peluncuran itu terjadi sehari setelah Korea Utara mengumumkan akan mengadakan pembicaraan tingkat kerja dengan Amerika Serikat pada akhir pekan. Tindakan Pyongyang itu adalah pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang Korea Utara dari penggunaan teknologi rudal balistik.
Hanya beberapa jam sebelumnya, Pyongyang mengatakan pembicaraan denuklirisasi dengan Washington akhirnya akan dilanjutkan akhir pekan ini. Negosiasi antara kedua negara terhenti sejak KTT Hanoi antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada Februari berakhir tanpa kesepakatan.
Dilaporkan BBC, Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan menyatakan keprihatinan yang kuat tentang uji coba itu. Kantor berita Yonhap melaporkan bahwa badan itu mengatakan pihaknya "mempertimbangkan kemungkinan" bahwa proyektil tersebut adalah rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM).
Laporan pertama datang pada dini hari ketika pihak berwenang melaporkan bahwa dua rudal diluncurkan, dengan setidaknya satu di antaranya mendarat di perairan Jepang. Itu merupakan uji coba rudal ke-11 dari Korea Utara pada tahun ini, tetapi pihak berwenang telah menyatakan keprihatinan khusus pada jangkauan yang jelas dan kemampuan rudal yang satu ini.
Korea Utara telah mengembangkan teknologi rudal balistik yang diluncurkan kapal selam untuk beberapa waktu sebelum menghentikan semua pengujian rudal jarak jauhnya. Uji coba SLBM terakhir Korea Utara diperkirakan terjadi pada Agustus 2016, bahkan sebelum Presiden Trump berkuasa.
Dua tahun kemudian Presiden Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un membuat sejarah dengan menjadi presiden AS dan pemimpin Korea Utara pertama yang bertemu. Namun terlepas dari dua pertemuan tatap muka lebih lanjut, hanya ada sedikit kemajuan menuju kesepakatan tentang apa yang harus dilakukan tentang kemampuan nuklir Korea Utara
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komisi Yudisial menerima 1.402 laporan perilaku hakim pada Semester I 2026, meningkat 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Orang tua korban Little Aresha Daycare meminta Presiden Prabowo mengawal penanganan kasus dan mendorong pengusutan pihak struktural.
BNN RI membongkar jaringan penyelundupan cartridge vape berisi etomidate dari Malaysia melalui Batam dan menangkap tujuh tersangka.
TPP ASN Sleman berpotensi disesuaikan jika target PAD meleset, namun Pemkab menegaskan belum ada keputusan pemotongan.
Polri memutasi 146 perwira tinggi dan menengah. Brigjen Pol. Untung Widyatmoko ditunjuk sebagai Kadivhubinter Polri yang baru.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Salah satunya dirasakan Texsi Miki Fijay