Advertisement
Pejabat Arab Saudi Sebut Keterlibatan Rudal Iran Tak Terbantahkan di Serangan Kilang Minyak
Ilustrasi sistem persenjataan rudal jarak jauh darat ke udara S-300 - Sputniknews/Russian Defence Ministry
Advertisement
Harianjogja.com, RIYADH--Arab Saudi memperlihatkan sisa-sisa yang digambarkannya sebagai peluru kendali jelajah dan drone milik Iran yang digunakan dalam serangan fasilitas minyak Saudi, dengan mengatakan mereka tak dapat mengelak bukti agresi Iran.
Sebanyak 25 'drone' dan rudal ditembakkan ke dua pabrik minyak pada serangan pekan lalu, termasuk kendaraan udara tanpa awak (UAV) Iran Delta Wing dan rudal jelajah "Ya Ali", ungkap juru bicara Kementerian Pertahanan, Kolonel Turki al-Malki.
Advertisement
"Serangan berasal dari arah utara dan tak dapat diragukan lagi didukung oleh Iran," kata dia saat konferensi pers. "Bukti ... yang anda lihat di depan anda, membuat ini "tak bisa berkutik".
Otoritas masih melakukan penyelidikan guna menentukan titik pasti peluncuran, kata Malki, yang kembali menolak berkomentar saat ditanya apakah Iran benar-benar melakukan serangan tersebut.
BACA JUGA
Iran membantah keterlibatan apapun dalam serangan yang mulanya mengurangi produksi minyak Arab Saudi. Seorang penasihat presiden Iran mencuit di Twitter bahwa konferensi pers tersebut membuktikan Arab Saudi "tak tahu apa-apa."
Kelompok al-Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran, yang memerangi koalisi militer pimpinan Saudi, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Pada Rabu kelompok al Houthi memaparkan jenis 'drone' yang katanya digunakan dalam serangan 14 September sekaligus memperingatkan bahwa Uni Emirat Arab juga berada di dalam benaknya.
Malki menegaskan kembali serangan itu tidak mungkin datang dari Yaman, selatan Arab Saudi, dan bahwa al Houthi "menutupi" Iran.
"Dampak presisi rudal jelajah mengindikasikan kemampuan di luar kapasitas proksi Iran," kata dia. "Arah sasaran situs menunjukkan dari utara ke selatan."
Sebanyak 18 'drone' dan tiga rudal diluncurkan ke Abqaiq, lokasi pabrik pemrosesan minyak mentah terbesar di dunia, namun rudal-rudal itu "gagal", kata Malki. Ia menyebutkan empat rudal menargetkan Khurais, menambahkan bahwa rudal Ya Ali memiliki jangkauan 700 km dan telah digunakan oleh Pengawal Revolusi Iran (IRGC).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Januari 2026
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
- Datangi Rumah Duka YB, Gubernur NTT: Negara Lalai Lindungi Anak Miskin
- Zulhas Nilai Lima Tahun Tak Cukup Wujudkan Program Prabowo
- Akademisi Diminta Sosialisasikan KUHP dan KUHAP Baru
Advertisement
BPN Kulonprogo Tegaskan Tanah Letter C Aman, Tetap Milik Warga
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Atap Pengganti Tiba, Perbaikan Pasar Induk Godean Sleman Segera
- Ducati GP26 Menggila di Sepang, Jorge Lorenzo Kirim Alarm Bahaya
- Jakarta Livin Mandiri Kian Mantap Usai Menang di Seri Malang
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
- Java Jazz Festival 2026 di PIK 2, Jon Batiste Jadi Spesial Show
- PSM Makassar Tekuk PSBS Biak 2-1 di Maguwoharjo
- Penalti Injury Time Antar Semen Padang Tekuk Persita
Advertisement
Advertisement



