Asap Tebal dari Oven Picu Kebakaran Gudang Triplek
Gudang triplek di Karanganyar terbakar akibat oven kayu, kerugian capai Rp40 juta tanpa korban jiwa.
Ilustrasi serangan kera (Dok-Solopos)
Harianjogja.com, SUKOHARJO -- Serbuan kera liar di wilayah perkampungan Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, kian ganas. Kawanan kera itu turun gunung setelah kebakaran hutan di pegunungan wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Kades Tiyaran, Sunardi, mengatakan serangan kera liar itu tak hanya dipicu musim kemarau yang berdampak kelangkaan makanan. Kera liar kian merajalela karena kebakaran hutan beberapa waktu lalu.
Mereka turun dari kawasan perbukitan untuk mencari bahan makanan di rumah-rumah penduduk. “Stok bahan makanan di atas sudah menipis, ditambah lahan hutannya kebakaran sehingga kawanan kera mencari makan ke rumah-rumah penduduk,” katanya, Selasa (10/9/2019).
Sunardi mengatakan lahan perkebunan milik warga juga menjadi sasaran kera liar. Keberadaan kawanan kera liar tersebut membuat warga resah. Serangan kera liar bahkan menyebar di sejumlah dukuh lain.
Biasanya kawanan kera liar terjadi di Dukuh Pelemputih, Kerten, dan Gununglor, namun sekarang merambah hingga ke Dukuh Majan, Jatirejot, Tiyaran, Tambakrejo.
“Kawanan kera liar sudah merajalela sejak beberapa pekan lalu,” katanya.
Serangan kawanan kera liar semakin ganas karena stok makanan di atas bukit kondisinya kosong. Hingga kini belum ada laporan serangan kawanan kera liar terhadap warga.
Namun warga resah karena banyak kera berkeliaran di jalan raya dan jalan kampung. Warga tidak bisa berbuat banyak terhadap kawanan kera tersebut. Selain jumlahnya banyak, kera-kera tersebut juga sudah tidak takut lagi jika hanya sekedar diusir pakai tangan kosong.
"Karena itu saat ini banyak warga yang mengusir dengan kayu atau bunyi-bunyian yang keras," katanya.
Menurutnya, menggunakan kayu dan suara keras menjadi opsi warga karena kawanan kera baru bubar saat ada suara keras. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan penanganan serangan kawanan kera liar tidak sebatas mengusir agar tidak merusak tanaman dan rumah warga, namun juga penyediaan bahan pangan pada habitatnya di bukit.
Tidak kalah penting yakni dengan mengendalikan populasi mengingat dalam perkembanganya kera di wilayah pegunungan di Kecamatan Bulu semakin banyak.
"Tim gabungan Pemkab dari BPBD, Dinas Pemadam kebakaran dan Satpol PP serta instansi terkait lain melibatkan TNI-Polri dikerahkan membantu warga dalam penanganan serangan kera," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Disdikpora Jogja meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan influenza, pemantauan kesehatan, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Perbaikan Jalan Srandakan-Poncosari-Pandansimo Bantul mencapai 43,309 persen, melampaui target dan ditargetkan selesai 28 Desember 2026.