Macan Kumbang Masuk Permukiman di Batang, BKSDA Tambah Kamera Trap
Macan kumbang turun ke permukiman Batang. BKSDA Jateng mempertimbangkan penambahan kamera trap dan pemasangan rambu-rambu.
Ilustrasi terorisme/JIBI
Harianjogja.com, BURKINA FASO—Serangan terhadap konvoi dan truk transportasi di Burkina Faso menewaskan sedikitnya 29 orang tewas di bagian utara negara tersebut, yang bergejolak, pada Minggu (8/9/2019).
Dikutip Antara, seorang teroris menyerang konvoi makanan hingga menewaskan 14 warga sipil. Sementara itu, serangan terhadap truk transportasi dengan alat peledak di Provinsi Sanmatenga menewaskan 15 orang dan melukai enam orang lainnya, katanya dalam pernyataan terpisah.
"Drama ini berlangsung ketika upaya keamanan sedang dilakukan di kawasan ini," katanya. "Bala bantuan militer telah diterjunkan."
Burkina Faso, yang pernah menjadi kantong wilayah yang relatif damai di Sahel, menghadapi pemberontakan dalam negeri selama tiga tahun terakhir, yang diperparah dengan limpahan kekerasan garis keras dan kriminalitas dari negara tetangga berkonflik, Mali.
Kekerasan terbaru itu terjadi setelah serangan kelompok bersenjata pada Agustus, yang menewaskan 24 tentara, yang paling mematikan di negara Afrika Barat yang memerangi garis keras.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Macan kumbang turun ke permukiman Batang. BKSDA Jateng mempertimbangkan penambahan kamera trap dan pemasangan rambu-rambu.
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.
IMI menghentikan sementara drag race di lintasan non-permanen seperti jalan raya dan kompleks perumahan di seluruh Indonesia.
Sebanyak 68 foto jurnalistik ANTARA dipamerkan di Titik Nol Kilometer Jogja pada 14-21 Agustus untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI.
Pemerintah menargetkan pembiayaan RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun, turun 8,6% dari outlook 2026 yang mencapai Rp734,3 triliun.
Imigrasi Parepare mendeportasi WN Malaysia yang overstay 101 hari melalui jalur laut dari Parepare-Nunukan menuju Tawau.