Persis Solo Tumbang 0-2 dari Kendal Tornado FC di Manahan
Persis Solo kalah 0-2 dari Kendal Tornado FC di Stadion Manahan. Patrick Cruz dan Ousmane Maiket mencetak gol untuk tim tamu.
Ilustrasi terorisme/JIBI
Harianjogja.com, BEKASI - Dua terduga teroris yang kabur saat disergap Densus 88 Antiteror di Bekasi, Jawa Barat hingga kini masih belum ditemukan.
Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri masih memburu dua terduga teroris yang melarikan diri saat dilakukan penyergapan di sebuah ruko di Kampung Pangkalan, RT 11 RW 04, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, depan Perumahan Pondok Afi 1 Babelan.
Kedua terduga diketahui kabur dengan membawa bahan peledak aktif. Polisi memperkirakan para terduga masih berada tak jauh dari TKP.
Sejumlah pengamanan diperketat di seputaran lokasi yang berjarak 3 kilometer dari PTCL. Polisi siaga terhadap setiap tamu ataupun warga yang sekiranya mencurigakan yang berada di sekitar PTCL.
Maryanto (35) seorang warga setempat membeberkan aksi penyergapan para terduga teroris oleh Tim Densus 88 yang terjadi Sabtu pagi. Saat itu warga baru saja melaksanakan salat subuh dan melihat banyak polisi berpakaian hitam yang membawa senjata laras panjang di sekitar ruko.
"Waktu penyergapan itu yang saya tahu dua orang tewas. Terus yang dua lainnya kabur sambil bawa bahan peledak," kata Maryanto di Bekasi, Sabtu (4/5/2019).
Menurut pria yang menjabat Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Kedung Pengawas itu, pihak Binmaspol telah meminta keterangan dari sang pemilik ruko yang ditempati terduga teroris.
"Tapi katanya ruko itu udah dijual ke Manin, kalau warga sini seringnya manggil Mandor Patek. Tapi memang belakangan ini habis Pemilu, warga sering lihat ada beberapa pria sama wanita keluar masuk ruko itu," ungkapnya.
Maryanto sendiri tak menyangka jika kampungnya menjadi tempat persembunyian teroris. Ia pun mengapresiasi Tim Densus 88 yang bergerak cepat menangkap para terduga teroris, sebelum terjadi aksi-aksi yang tidak diinginkan.
"Kami sangat mengapresiasi Tim Densus 88 yang bertindak cepat menangkap terduga teroris. Dan semoga teroris yang kabur bisa segera ditangkap serta mengungkap jaringannya," imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Candra Sukma Kumara, membenarkan perihal penangkapan terduga teroris oleh Tim Densus 88, Sabtu pagi di lokasi.
"Memang benar, ada yang ditangkap dan ada yang melarikan diri," katanya.
Namun Candra enggan menjelaskan lebih lanjut terkait penangkapan tersebut, lantaran bukan menjadi wewenangnya.
"Kelanjutannya bukan wewenang kami, kronologisnya juga kami tidak tahu, silahkan konfirmasi Densus saja ya," tandasnya.
Sebelumnya, dikabarkan dua terduga teroris tewas dalam penyergapan tersebut, sementara dua terduga lainnya berhasil kabur dengan membawa bahan peledak aktif. Saat kejadian, para warga dan awak media dilarang untuk mengambil dokumentasi. Saat ini tim Inafis masih melakukan proses identifikasi terduga teroris. Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait hal ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Persis Solo kalah 0-2 dari Kendal Tornado FC di Stadion Manahan. Patrick Cruz dan Ousmane Maiket mencetak gol untuk tim tamu.
Media Vietnam menyoroti isu 10 pemain naturalisasi Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030. Benarkah PSSI sudah menyiapkan daftar pemain?
Sertifikasi mediator diperlukan untuk memperkuat kemampuan hukum keluarga, mediasi syariah, dan penyelesaian sengketa secara digital.
WhatsApp gagal diperbarui di Android atau iPhone? Simak penyebab dan cara mengatasinya, mulai dari koneksi internet hingga ruang penyimpanan.
DLH Bantul menyebut limbah PT IBD di Pantai Cangkring belum memenuhi baku mutu dan IPAL perusahaan belum berfungsi optimal
Produksi padi Kulonprogo belum terdampak signifikan akibat kemarau panjang. Petani diminta mempercepat tanam dan menghemat air irigasi.