Perkosa Pacar di Bawah Umur, Pemuda Wonogiri Ancam Sebar Video
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
Ilustrasi terorisme/JIBI
Harianjogja.com, BEKASI - Dua terduga teroris yang kabur saat disergap Densus 88 Antiteror di Bekasi, Jawa Barat hingga kini masih belum ditemukan.
Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri masih memburu dua terduga teroris yang melarikan diri saat dilakukan penyergapan di sebuah ruko di Kampung Pangkalan, RT 11 RW 04, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, depan Perumahan Pondok Afi 1 Babelan.
Kedua terduga diketahui kabur dengan membawa bahan peledak aktif. Polisi memperkirakan para terduga masih berada tak jauh dari TKP.
Sejumlah pengamanan diperketat di seputaran lokasi yang berjarak 3 kilometer dari PTCL. Polisi siaga terhadap setiap tamu ataupun warga yang sekiranya mencurigakan yang berada di sekitar PTCL.
Maryanto (35) seorang warga setempat membeberkan aksi penyergapan para terduga teroris oleh Tim Densus 88 yang terjadi Sabtu pagi. Saat itu warga baru saja melaksanakan salat subuh dan melihat banyak polisi berpakaian hitam yang membawa senjata laras panjang di sekitar ruko.
"Waktu penyergapan itu yang saya tahu dua orang tewas. Terus yang dua lainnya kabur sambil bawa bahan peledak," kata Maryanto di Bekasi, Sabtu (4/5/2019).
Menurut pria yang menjabat Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Kedung Pengawas itu, pihak Binmaspol telah meminta keterangan dari sang pemilik ruko yang ditempati terduga teroris.
"Tapi katanya ruko itu udah dijual ke Manin, kalau warga sini seringnya manggil Mandor Patek. Tapi memang belakangan ini habis Pemilu, warga sering lihat ada beberapa pria sama wanita keluar masuk ruko itu," ungkapnya.
Maryanto sendiri tak menyangka jika kampungnya menjadi tempat persembunyian teroris. Ia pun mengapresiasi Tim Densus 88 yang bergerak cepat menangkap para terduga teroris, sebelum terjadi aksi-aksi yang tidak diinginkan.
"Kami sangat mengapresiasi Tim Densus 88 yang bertindak cepat menangkap terduga teroris. Dan semoga teroris yang kabur bisa segera ditangkap serta mengungkap jaringannya," imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Candra Sukma Kumara, membenarkan perihal penangkapan terduga teroris oleh Tim Densus 88, Sabtu pagi di lokasi.
"Memang benar, ada yang ditangkap dan ada yang melarikan diri," katanya.
Namun Candra enggan menjelaskan lebih lanjut terkait penangkapan tersebut, lantaran bukan menjadi wewenangnya.
"Kelanjutannya bukan wewenang kami, kronologisnya juga kami tidak tahu, silahkan konfirmasi Densus saja ya," tandasnya.
Sebelumnya, dikabarkan dua terduga teroris tewas dalam penyergapan tersebut, sementara dua terduga lainnya berhasil kabur dengan membawa bahan peledak aktif. Saat kejadian, para warga dan awak media dilarang untuk mengambil dokumentasi. Saat ini tim Inafis masih melakukan proses identifikasi terduga teroris. Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait hal ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi pertumbuhan kinerja PT Pegadaian (Persero) dalam Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.
Social Research Centre (SOREC) dan Yayasan Jembatan Cahaya Kasih melakukan kajian mengenai kerentanan perempuan dan anak di Tanah Harapan, Koja dan Kalibaru
Hujan ekstrem melanda Prefektur Chiba, Jepang, menyebabkan enam orang tewas, 400.000 warga dievakuasi, dan ribuan penumpang terjebak di Bandara Narita.