Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji Reguler 2027
Bandara Dhoho Kediri ditetapkan sebagai embarkasi haji reguler 2027 untuk melayani 9.641 calon haji dari 15 kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Jamaah haji melakukan shalat Jumat di Masjidil Haram dibawah suhu lebih dari 40 derajat celcius di Mekkah, Arab Saudi, Jumat (12/7/2019). Jamaah mulai berdatangan dari berbagai negara untuk melaksanakan ibadah Haji 1440 Hijriah. /ANTARA FOTO-Hanni Sofia
Harianjogja.com, BOYOLALI - Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) di Asrama Haji Donohudan Boyolali pada Sabtu (7/9/2019), hingga pukul 16.00 WIB, menyebutkan, jumlah haji asal Jateng yang meninggal di Tanah Suci bertambah tiga orang.
Dari penambahan tersebut, jumlah jamaah haji Debarkasi Surakarta Jawa Tengah yang meninggal dunia hingga kedatangan kelompok terbang 67 asal Kabupaten Kudus dan Banyumas menjadi 63 orang.
Ketiga haji Jateng yang meninggal di Tanah Suci tersebut yakni Bawon Al Warsiah Asmawikrama (58), warga Aribaya RT 05 RW 02 Kabupaten Banjarnegara tergabung kloter 73, Sairah Kanan Kawad (65), warga Dukuh Cipanas RT 06 RW 03 Paguyangan Kedungoleng Kabupaten Brebes kloter 52, dan Afiyah Imam Sudarso (66), warga Jalan Bengawan Solo No.13 B RT 02 Rw 06 Kebondalem Kabupaten Pemalang kloter 50.
Menurut Kepala Sub Bagian Penerangan, Humas, dan Protokol Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surakarta Agus Widakdo dengan dilaporkan meninggalnya tiga haji tersebut sehingga jumlahnya mencapai 63 orang. Ketiga jamaah haji tersebut meninggal karena sakit.
Haji Bawon Al Warsiah Asmawikrama dilaporkan meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) di Mekah, pada Selasa (3/9), pukul 16.10 WAS, dan jenazahnya sudah dimakamkan di Sharayya Mekah. Sairah Kanan Kawad di RSAS, Senin (2/9), pukul 19.30 WIB, dan Afiyah Imam Sudarso, di RSAS, Selasa (3/9), pukul 03.34 WIB.
"Kedua haji ini, jenazahnya dimakamkan di Baqi Madinah Arab Saudi," kata Agus.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surakarta dijadwalkan kedatangan jamaah haji tiga kloter yakni kloter 67 asal Kabupaten Kudus dan Banyumas, yang sudah mendarat di Bandara Adi Soemarmo Boyolali, pukul 11.18 WIB atau lebih cepat tujuh menit dari waktu yang dijadwalkan.
"Haji kloter 67 dengan membawa sebanyak 355 jamaah, dan sekarang sudah dipulangkan ke daerah asal masing-masing," kata Agus.
Jamaah haji kloter 68 asal Kabupaten Banyumas dijadwalkan kedatangannya di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, pada pukul 20.15 WIB, dan kemudian akan disusul kloter 69 juga asal Banyumas, sekitar pukul 22.30 WIB.
"Dengan kedatangan haji kloter 67 ini, jumlah jamaah Debarkasi Surakarta jumlahnya mencapai 23.997 orang atau sekitar 69 persen dari total 34.756 orang yang diberangkatkan berhaji di Tanah Suci," katanya.
Jumlah haji yang masih tertinggal di Arab Saudi karena sakit sebanyak 9 orang, sedangkan yang dirujuk ke rumah sakit setibanya di Tanah Air ada dua orang.
"Jamaah yang masih tertinggal karena masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, di Arab Saudi itu, akan dipulangkan ke Tanah Air, dengan haji kloter selanjutnya, setelah mendapatkan rekomendasi dokter yang merawat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bandara Dhoho Kediri ditetapkan sebagai embarkasi haji reguler 2027 untuk melayani 9.641 calon haji dari 15 kabupaten dan kota di Jawa Timur.
BPS mencatat IPM DIY 2026 mencapai 83,43 atau tumbuh 1,15%. Kota Jogja mencatat nilai tertinggi sebesar 90,28.
FIPGB menyoroti pembatasan gas oleh PGN yang dinilai membuat industri tak sepenuhnya menikmati harga LNG US$13 per MMBTU hingga akhir 2026.
Pemerintah menargetkan revisi keempat aturan DHE SDA rampung akhir November 2026, termasuk relaksasi konversi valas ke rupiah hingga 100%.
Gunung Semeru kembali erupsi pada Jumat sore dengan awan panas guguran sejauh 5 km ke arah tenggara. BPBD Lumajang memperketat pemantauan.
DPRD Sleman mendorong pengembangan wisata Kaliurang secara terintegrasi dengan pembenahan fasilitas, pelibatan UMKM, dan perlindungan lingkungan.