75 Ribu Daftar Petugas Haji, yang Diterima Kurang dari 1.000

Newswire
Newswire Rabu, 02 September 2026 20:57 WIB
75 Ribu Daftar Petugas Haji, yang Diterima Kurang dari 1.000

Ilustrasi Ibadah Haji - StockCake

Harianjogja.com, TANGERANG— Sebanyak 75 ribu orang tercatat mendaftar dalam seleksi petugas haji tahun ini. Namun, Kementerian Haji dan Umrah memastikan jumlah peserta yang nantinya dinyatakan lolos jauh lebih sedikit karena kuota yang tersedia kurang dari 1.000 orang.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk menjadi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Dahnil menyampaikan hal tersebut di Tangerang, Banten, Rabu (2/9/2026), setelah menghadiri Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Asrama Haji Banten, Cipondoh, Kota Tangerang.

Menurut Dahnil, tingginya animo masyarakat tidak terlepas dari perubahan yang diterapkan pemerintah dalam proses rekrutmen petugas haji tahun ini.

Tes Seleksi Tak Lagi Harus ke Jakarta

Salah satu perubahan utama dalam rekrutmen tahun ini adalah pelaksanaan seleksi yang dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Melalui skema tersebut, peserta tidak lagi diwajibkan datang ke Jakarta untuk mengikuti tes. Seleksi dapat dilakukan di daerah masing-masing sehingga akses bagi calon petugas dari berbagai wilayah menjadi lebih mudah.

“Banyak perubahan drastis dalam rekrutmennya. Jadi di setiap daerah, kalau dulu itu tesnya harus ke Jakarta. Tahun ini semuanya bisa di daerah masing-masing, bekerja sama dengan BKN,” ujar Dahnil usai menghadiri Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di asrama haji Banten di Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu.

Kerja sama dengan BKN tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki proses rekrutmen. Selain mempermudah akses peserta, perubahan mekanisme tersebut ditujukan agar proses seleksi dapat berjalan lebih efektif.

75 Ribu Pendaftar Disaring Lewat CAT

Dari total 75 ribu orang yang mendaftarkan diri, peserta harus melewati sejumlah tahapan seleksi sebelum ditetapkan sebagai petugas haji.

Salah satu tahapan yang dijalani adalah Computer Assisted Test (CAT). Tes tersebut menjadi bagian dari proses penyaringan peserta sebelum hasil akhir diumumkan oleh pihak terkait.

Dahnil mengatakan proses CAT telah berlangsung pada Rabu (2/9/2026).

“Ini ada tes CAT hari ini, nanti kemudian setelah itu akan diumumkan hasilnya,” ujar Dahnil.

Besarnya jumlah peserta dibandingkan dengan kuota yang tersedia membuat proses seleksi harus dilakukan secara ketat. Dari sekitar 75 ribu pendaftar, kurang dari 1.000 orang yang nantinya diterima sebagai petugas haji.

Dengan perbandingan tersebut, setiap peserta harus melewati tahapan seleksi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Rekrutmen Petugas Haji Dibuat Lebih Terjangkau

Perubahan mekanisme rekrutmen juga diarahkan untuk membuat proses seleksi lebih mudah diakses calon petugas dari berbagai daerah.

Sebelumnya, peserta yang mengikuti tes harus datang ke Jakarta. Tahun ini, pelaksanaan seleksi dilakukan di daerah masing-masing dengan dukungan kerja sama bersama BKN.

Pemerintah berharap mekanisme tersebut dapat menghasilkan petugas haji yang memiliki kompetensi dan mampu memberikan pelayanan kepada jemaah selama penyelenggaraan ibadah haji.

"Kerja sama dengan BKN juga menjadi bagian dari pembenahan sistem rekrutmen agar proses seleksi dapat berlangsung lebih transparan dan menjangkau calon petugas dari berbagai daerah," kata Dahnil.

Dengan jumlah pendaftar yang mencapai 75 ribu orang dan kuota penerimaan di bawah 1.000 orang, seleksi petugas haji tahun ini menjadi salah satu proses rekrutmen dengan tingkat persaingan yang tinggi.

Setelah seluruh tahapan seleksi selesai, hasil akhir akan diumumkan oleh pihak terkait untuk menentukan peserta yang terpilih menjadi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online