Anomali Cuaca, Hujan Deras Tiba-Tiba Mengguyur Padang Arafah saat Jutaan Jemaah Calon Haji Berwukuf

Jamaah haji melakukan shalat Jumat di Masjidil Haram dibawah suhu lebih dari 40 derajat celcius di Mekkah, Arab Saudi, Jumat (12/7/2019). Jamaah mulai berdatangan dari berbagai negara untuk melaksanakan ibadah Haji 1440 Hijriah. - ANTARA FOTO/Hanni Sofia
11 Agustus 2019 07:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, MEKKAH- Hujan deras mengguyur saat jutaan jemaah calon haji menunaikan rukun haji berwukuf di Padang Arafah.

Wukuf di Padang Arafah tahun ini diwarnai anomali cuaca ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut bahkan hingga ke Puncak Jabal Rahmah.

Jemaah yang berada di Jabal Rahmah, gunung (bukit batu) yang berada tak jauh dari tenda jemaah di Arafah, Sabtu (10/9/2019), serentak meneriakkan kalimat pujian Ilahi saat hujan tiba-tiba turun dengan deras. “Allahu Akbar! La illa ha illallah,” teriak jemaah hampir serentak.

Mereka mendaki Jabal Rahmah seusai mengikuti salat Zuhur dan khutbah wukuf berjemaah di Arafah.

Awalnya cuaca terik dirasakan di sekitar Arafah hingga orang yang akan mendaki Jabal Rahmah merasakan panas sehingga banyak di antaranya menggunakan payung.

Banyak jemaah yang memilih untuk memanjatkan doa di Jabal Rahmah saat wukuf. Tempat itu memang jamak dipadati jemaah karena banyak yang meyakini berdoa saat wukuf di Jabal Rahmah merupakan tempat yang mustajab.

Cuaca yang awalnya terik dan menyengat, seketika tertutup awan mendung dan tak lama kemudian hujan deras mengguyur. Hujan mengguyur disertai petir yang menyambar.

Hujan berlangsung selama sekitar dua jam dari mulai pukul 14.00 hingga 16.00 waktu setempat. Setelah itu cuaca kembali cerah berawan. Namun, justru banyak jemaah yang bertahan di Jabal Rahmah untuk meneruskan doa mereka.

Tak lama kemudian hujan mereda, namun cuaca tetap terasa teduh berawan sehingga cukup ramah untuk jemaah dari Indonesia.

Sumber : Antara