Kalimantan Akan Dijadikan Gerbang Jaringan Internasional

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. - Bisnis/Dedi Gunawan
01 September 2019 13:47 WIB Leo Dwi Jatmiko News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan dalam memberikan akses internet di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, sebagai calon ibu kota baru, Kemenkominfo berencana membangun ring seperti Palapa Ring.

Dia mengatakan pembangunan ring berawal dari Singkawang hingga Nunukan, bersamaan dengan pembangunan jalan di perbatasan yang sedang digalakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kemenkominfo akan menggelar serat optik di bahu jalan tersebut. Tidak hanya itu, rencananya juga dalam 5 – 10 tahun ke depan di Kalimantan, akan terdapat gerbang jaringan internasional.

Rudiantara menjelaskan rencana program gerbang jaringan internasional belum dapat dieksekusi saat ini karena menunggu pembangunan fisik yang dilakukan oleh PUPR. Adapun untuk pembangunan jaringan tulang punggung atau backbone, seharusnya sudah berjalan pada 2021.

“Pastikan di sana nanti sudah nambah jutaan orang, dan lalu lintasnya besar di sana karena saat ini semua berbasis aplikasi,” kata Rudiantara kepada Bisnis, Jumat (30/8/2019).

Rudiantara memperhitungkan jika ibu kota rencananya akan hadir di Kalimantan pada 2024, maka pembangunan infrastrustuk, termasuk jaringan telekomunikasi, harus sudah hadir sejak 2023.

Rudiantara mengatakan dalam menggelar jaringan ke ibu kota baru, Kemenkominfo akan mengajak operator seluler untuk membangun jaringan dengan skema berbagi atau sharing infrastruktur agar gelaran jaringan lebih efisien.

Sharing infrastruktur dilakukan sesuai dengan kesepakatan antar operator seluler. Misalnya, untuk membangun kabel sepanjang 1.000 Km masing-masing operator dapat membangu sepanjang 500 Km.

“Kalau membangun [jaringan] tidak dibagi maka tidak terjadi efisiensi nasional,” kata Rudiantara.

Dia mengatakan sharing infrastruktur yang telah terbangun tidak hanya ditujukan untuk operator yang telah membangun, namun juga harus dibuka untuk semua operator telekomunikasi yang mendapat izin membangun oleh Kemenkominfo, termasuk penyedia internet.

Rudiantara mengatakan jarak yang dibutuhkan dari Singkawang menuju calon ibu kota baru sekitar 1.000 Km, melalui jalur perbatasan. Jarak tersebut belum termasuk ring yang berada di tengah.   

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia