Cukupi Pasokan Air, Kaltim Maksimalkan Pembangunan Bendungan

01 September 2019 10:47 WIB Anitana Widya Puspa News Share :

Harianjogja.com, BALIKPAPAN--Pembangunan bendungan akan menjadi prioritas Kalimantan Timur untuk mencukupi pasokan air baku.

Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, berdasarkan hasil kajian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) suplai dan sumber air baku tudak menjadi persoalan bagi bumi etam dengan banyaknya waduk yang dibangun.

Isran justru menyebutkan saat ini terdapat pengusaha yang tertarik untuk membangun bendungan dengan kapasitas 10.000 liter per detik.

Selain itu, menurut catatan Bisnis, pemprov Kaltim juga sedang mengajukan waduk Lambakan sebagai salah satu proyek bakal PSN. Kapasitas produksi air memcapai 14.579 liter per detik. Jika terbangun, Bendungan Lambakan tercatat sebagai bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Waduk Jatiluhur di Purwakarta, Jawa Barat dan Waduk Jatigede di Sumedang, juga di Jawa Barat.

Dia pun menegaskan sebagai ibu kota baru yang bercermin dari ibu kota sebelumnya DKI Jakarta, penggunaan air tanah telah menimbulkan dampak buruk. Penurunan muka tanah selalu terjadi tiap tahunnya sebesar 6 cm.

“Kalau air tanah digunakan orang akan seperti akan terjadi di Jakarta setiap tahun turun. Artinya kalau sampai 100 tahun itu 4 meter,” ujarnya Sabtu (30/8/2019).

Sebelumnya Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan Jakarta sudah tidak lagi menjadi standar ideal sebagai ibu kota. Salah satunya karena warga ibu kota masih bergantung dengan penggalian sumur tanah untuk memperoleh air bersih. 

Tingginya tingkat ketergantungan ini menyebabkan penurunan permukaan tanah dan kemiringan kota monas sebesar 6 cm per tahunnya. Akibatnya, banjir rob yang identik dengan wilayah Semarang  dan Tegal, kini juga telah melanda Jakarta Utara.

"Itu saya masih pakai kajian lama 6 cm, kalau yang terbaru pernah disebutkan bahkan hingga lebih dari itu," tekannya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia