Belum Pernah Terjadi, Pembunuhan Gadis Baduy Membuat Suku Baduy Terpukul

Ilustrasi perkampungan suku Badui di Lebak, Banten. - ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
31 Agustus 2019 17:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, BANTEN-- Kasus pembunuhan gadis suku Baduy di Banten menjadi sorotan. Polda Banten mengerahkan sejumlah anjing pelacak untuk mengendus jejak pelaku pembunuhan wanita Suku Badui Luar bernama Sawi, 13. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga larut malam.

Hal itu lantaran lokasi kejadian di tengah perkebunan yang jaraknya sekitar lima kilometer dari perkampungan terdekat di daerah tinggal Suku Badui Luar.

"Kita sudah melakukan olah TKP dipimpin Kapolres Lebak, memeriksa saksi, tim inafis dan mengerahkan tim K9 [anjing pelacak]," kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardy, melalui pesan singkat, Sabtu (31/08/2019).

Pihaknya mengaku telah mengetahui jejak terduga pelaku melarikan diri. Tim gabungan dari Polres Lebak dan Polda Banten pun sudah dibentuk untuk memburu pelaku pembunuhan itu.

"Saat ini tim besar dan Jatanras Polda Banten dan Polres Lebak sedang memburu dugaan pelaku yah," katanya.

Edy masih enggan berkomentar banyak, terkait dugaan pembunuhan wanita asal Suku Badui Luar, suku asli dari Banten yang diyakini sudah ada sebelum Kesultanan Banten berdiri.

"Pelaku masih dilidik," katanya singkat.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa berdarah terjadi di tengah perkebunan Desa Cisimet, Kabupaten Lebak, Banten. Perkebunan itu berada di luar perkampungan Suku Badui Luar, yang jaraknya sekitar 5 kilometer.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Jumat, 30 Agustus 2019, sekitar pukul 16.00 WIB. Sontak peristiwa ini amat memukul dan membuat duka bagi komunitas warga Badui di Banten. Mengingat, peristiwa pembunuhan sebelumnya tak pernah terjadi di perkampungan Badui.

Sumber : Suara.com