Jokowi Dinilai Pemberani karena Pindahkan Ibu Kota

Gagasan rencana dan kriteria disain ibu kota negara. - ANTARA/Paparan Kementerian PUPR
27 Agustus 2019 04:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Pemerintah tengah serius mempersiapkan kepindahan ibu kota negara Indonesia.

Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memindahkan ibu kota diapresiasi sejumlah pihak. Bahkan, apa yang dilakukan Jokowi dianggap sebagai langkah berani.

"Pemindahan ini menjadi bukti bahwa Pak Jokowi seorang pemimpin yang visioner, pendobrak (ice breaker), mau keluar dari zona nyaman (comfort zone) sekaligus cermin sikap sebagai negarawan. Pak Jokowi berpikir tidak untuk kepentingan lima tahunan, melainkan jangka panjang. Generasi bangsa masa depan akan menuai manfaat pemindahan ibu kota," ucap Direktur Anak Bangsa Juara Michael Umbas, Senin (26/8/2019).

Menurut dia, keberanian Presiden Jokowi memindahkan ibu kota juga menunjukkan komitmennya terhadap perubahan. Pasalnya, Presiden Jokowi, menyatakan beban DKI Jakarta dan Pulau Jawa sudah begitu berat.

"Pak Jokowi juga menginginkan adanya pemerataan pembangunan nasional bersifat Indonesia sentris. Kita sadari bersama, Indonesia merupakan bangsa yang besar. Kita baru saja merayakan HUT ke-74. Akan tetapi, kita belum pernah menentukan dan merencanakan ibu kota sendiri," tutur dia.

"Karenanya, pengumuman ibu kota baru di sebagian Penajam Passer Utara dan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur bisa dikatakan sebagai hadiah di momen kemerdekaan Indonesia. Andai Bung Karno masih hidup, beliau yang dulu menggagas ide ini pasti bangga. Saya pribadi mengucapkan selamat," sambung Umbas.

Dia juga menerangkan, pemindahan ibu kota tentu membutuhkan dukungan DPR. Umbas meyakini, Presiden Jokowi sangat paham tentang hal tersebut.

"Kita sudah dengar Pak Jokowi sudah mengirimkan surat kepada Ketua DPR. Kini, kita berharap para wakil rakyat menyetujui dan mendukung penuh rencana pemindahan ibu kota. Saya pribadi optimistis. Dukungan dari DPR saat ini yang akan berakhir maupun yang nantinya dilantik pada awal Oktober 2019 tak perlu diragukan," urainya.

Sumber : Okezone.com