Advertisement
Gempa Pacitan M 6,2 Berdampak di Tiga Provinsi, BNPB Siaga Penuh
Dinding rumah warga retak akibat gempa bumi 6,4 magnitudo di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) ANTARA - HO/BNPB
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan penanganan dampak gempa bumi bermagnitudo 6,2 yang mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, berjalan cepat dan tepat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan BNPB memberikan dukungan penuh melalui penguatan sistem komando penanganan darurat, koordinasi lintas wilayah, serta kesiapsiagaan sumber daya sesuai kebutuhan di lapangan.
Advertisement
“BNPB memastikan tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Pacitan, Kabupaten Trenggalek di Jawa Timur, serta BPBD Kabupaten Bantul di DI Yogyakarta telah melakukan pemantauan pascagempa dan kaji cepat untuk mengetahui dampak kejadian,” ujarnya di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Hingga laporan terakhir disusun, BPBD bersama unsur terkait masih terus melakukan penanganan darurat, pemantauan kondisi masyarakat, serta pendataan lanjutan terhadap kerusakan dan korban terdampak.
BACA JUGA
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, gempa terjadi pada Jumat pukul 01.06 WIB dengan pusat gempa berada di laut tenggara Kabupaten Pacitan. Getaran dirasakan hingga wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Pemutakhiran data hingga pukul 17.00 WIB mencatat sebanyak 224 jiwa terdampak yang tersebar di tiga provinsi dan lima kabupaten. Dari jumlah tersebut, 40 orang dilaporkan mengalami luka-luka di Kabupaten Bantul.
Guncangan gempa dirasakan cukup kuat selama dua hingga tiga detik di Pacitan dan Trenggalek, serta terasa di sejumlah wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah. Berdasarkan hasil analisis, gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Adapun wilayah terdampak meliputi Kabupaten Pacitan dan Trenggalek di Jawa Timur, Kabupaten Bantul di DI Yogyakarta, serta Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, dan Wonogiri di Jawa Tengah.
Sementara itu, kerusakan sementara tercatat pada sejumlah rumah dan fasilitas umum. Di Jawa Timur dilaporkan 29 rumah rusak, satu fasilitas pendidikan, dan satu balai desa.
Di Jawa Tengah terdapat 18 rumah terdampak, lima fasilitas pendidikan, serta masing-masing satu fasilitas peribadatan, kesehatan, dan fasilitas umum. Sedangkan di DI Yogyakarta tercatat delapan rumah terdampak bersama fasilitas pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan tempat ibadah.
BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh kebutuhan darurat masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Top Ten News Harianjogja.com, Selasa 24 Maret 2025, Arus Balik Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Liga Spanyol 2026: Brace Vinicius Bawa Madrid Menangi Derby Panas
- Kebiasaan Sepele Ini Diam-Diam Membebani Ginjal
- Jumlah Orang Kelaparan Berpotensi Melonjak Akibat Konflik di Iran
- Sejumlah Kota Besar Indonesia Berpotensi Dilanda Hujan Sangat Lebat
- Super Mario Berhasil Raih Poin di Moto 2 Brasil
- Harga Emas Pegadaian Stabil, Antam Turun Rp50.000
- Marco Bezzecchi Juarai MotoGP Brasil dan Kokoh di Puncak Klasemen
Advertisement
Advertisement







