7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Aksi damai mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua dan Persatuan Rakyat Untuk Pembebasan Papua Barat Semarang (PRPPBS), di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (24/8/2019), diwarnai dengan pengibaran bendera Bintang Kejora./Suara.com-Adam Iyasa
Harianjogja.com, SEMARANG- Bendera Bintang Kejora dikibarkan dalam aksi yang digelar mahasiswa Papua di Semarang, Jawa Tengah.
Aksi damai mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua dan Persatuan Rakyat Untuk Pembebasan Papua Barat Semarang (PRPPBS), di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (24/8/2019), diwarnai dengan pengibaran bendera Bintang Kejora.
Pantauan Suara.com-jaringan Harianjogja.com di lokasi, aksi yang digelar di Jalan Pahlawan Kota Semarang atau berada tepat di depan komplek Gubernuran Jawa Tengah itu, berkibar bebas simbol-simbol organisasi pembebasan Papua merdeka.
Bahkan, satu persatu peserta aksi demo memberikan orasi bernada menggelorakan Papua agar mendapat hak menentukan nasib sendiri alias self-determination right.
Ajakan itu jelas terdengar saat orator memberikan kata ”Papua”, lalu disambut jawaban massa ”Merdeka”. Mereka juga meneriakkan kalimat ”Papua bukan Merah Putih, Papua Bintang Kejora”.
Beberapa di antara mereka dengan berkoteka, bebas mengibarkan bendera Bintang Kejora, berlari ke sana ke mari di lokasi demo, karena ruas Jalan Pahlawan ditutup total.
Sejumlah aparat kepolisian berjaga dengan melokalisir aksi para mahasiswa.
Perempuan massa aksi yang berorasi mengatakan, pengiriman militer oleh Presiden Jokowi ke Tanah Papua setelah terjadi protes massal terhadap perkataan rasis kepada mahasiswa Papua adalah bukan solusi.
”Penjajahan di Papua sudah terjadi sejak 2000 tahun lalu hingga sekarang 2019. Kami khawatir semua orang Papua akan mati seperti yang terjadi pada Suku Aborigin di Australia,” katanya.
Aksi tersebut berakhir secara damai. Massa meninggalkan Jalan Pahlawan lalu berjalan kaki melintasi kantor Gubernuran dan Mapolda Jateng, diakhiri menuju Jalan Sriwijaya ke arah Asrama Mahasiswa West Papua, Tegalsari, Kelurahan Candi Sari, Semarang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.