Advertisement
Polisi Berhasil Bekuk Mafia Tanah dan Apartemen
Ilustrasi - JIBI/Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Kelompok mafia tanah dan apartemen fiktif di wilayah Polda Metro Jaya berhasil dibekuk pihak kepolisian. Pelaku melakukan berbagai modus untuk mengelabui para korban.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono sengaja membuka modus yang dilakukan oleh para tersangka. Pelaku berpura-pura menjadi pembeli tanah korban hingga berpura-pura menjual apartemen.
Advertisement
Modus pertama, pelaku berpura-pura untuk menjadi pembeli sebidang tanah di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Pelaku membujuk korban memeriksa keaslian Sertifikat Hak Milik (SHM) ke Badan Pertanahan Nasional.
Dalam prosesnya pelaku menukar antara SHM asli milik korban dengan SHM palsu sehingga transaksi dibatalkan. Setelah itu, SHM dibalik nama atas nama tersangka.
BACA JUGA
Adapun modus kedua, pelaku berusaha menawarkan rumah yang hendak dijual oleh korban di kawasan Jalan Iskandarsyah, Melawai, Kebayoran Baru. Setelah itu, pelaku membujuk korban untuk menitipkan Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga hingga Izin Mendirikan Bangunan kepada notaris yang ditunjuk oleh pelaku.
Kemudian seluruh data kepemilikan dipalsukan dan korban kehilangan hak atas properti miliknya. Sertifikat Hak Milik bahkan diagunkan oleh pelaku di koperasi.
Adapun modus terakhir adalah penipuan apartemen fiktif. Para tersangka menawarkan unit apartemen yang akan dijual dengan menggunakan brosur dan memberikan bonus. Penipuan ini berhasil mengelabui para korban untuk membeli dan membayar uang muka serta yang telah membayar lunas. Namun, apartemen yang dimaksud malah tidak ada.
Korban mengalami kerugian senilai Rp24 miliar untuk sebidang tanah di Pancoran, Jakarta Selatan. Sedangkan, korban penjualan rumah di kawasan Iskandarsyah, Melawai, Jakarta Selatan mengalami kerugian senilai Rp64,5 miliar.
Di sisi lain, penjualan apartemen fiktif telah menelan korban setidaknya 455 orang dengan total kerugian para korban mencapai Rp30 miliar.
"Ada 3 kasus. 2 kasus dilakukan oleh kelompok yang sama. Kemudian ada kelompok penipuan apartemen diberikan hadiah sehingga korban tertarik. Korban lebih kurang hampir 455 orang. Yang sudah lapor 26 orang," kata Irjen Pol Gatot Eddy di Mapolda Metro Jaya, Kamis (22/8/2019).
Dia mengatakan kasus mafia tanah ini memang bukan barang baru. Namun modus operandi pelaku perlu diungkap agar tidak ada lagi korban yang terbujuk rayuan pembelian tanah maupun bangunan.
"Polisi memastikan akan kami sikat mafia tanah ini,"terangnya.
Kapolda mengingatkan masyarakat dapat melaporkan setiap adanya masalah penjualan tanah maupun bangunan di wilayah Polda Metro. Polisi juga membuka hotline 08128171998 bagi masyarakat yang ingin melapor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Purbaya Ungkap PR Utama Juda Agung sebagai Wamenkeu
- Adies Kadir Tegaskan Mundur dari Perkara Golkar di MK, Ini Alasannya
- Gempa Darat M3,1 Guncang Pasaman, Getaran Terasa hingga Bukittinggi
- BGN dan Kemensos Matangkan Penyaluran MBG bagi Lansia dan Disabilitas
- BPJS Kesehatan Jelaskan Mekanisme Reaktivasi PBI JKN, Begini Caranya
Advertisement
DIY di Jalur Aktif Bumi: Mengapa Gempa Bumi Kerap Mengguncang Jogja
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Sleman Siapkan Dana Padukuhan Rp25 Juta Lewat Skema BKK
- Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 5 Februari 2026, Tarif Tetap Rp8.000
- Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Kamis 5 Februari 2026 Lengkap
- Satria DIY Bersihkan Hulu Sungai Boyong dan Tanam Pohon
- KONI Kota Jogja Dilantik, Ditarget Juara Dua Porda DIY
- Sejarah Baru DIY, 6 Atlet Anggar Jalani Seleknas Akhir Timnas
- Manchester City ke Final Carabao Cup Seusai Singkirkan Newcastle
Advertisement
Advertisement



