BPJS Ketenagakerjaan Ajak Ibu-Ibu di Jogja Jadi Kader Pelindung Pekerja Informal
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengenalkan PERISAI Jaga Warga kepada calon kader ibu-ibu untuk memperluas perlindungan pekerja informal.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat membuka Simposium Internasional terkait Budaya Jawa dan Naskah Keraton di Royal Ambarukmo Hotel, Selasa (5/3/2019)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, menilai perkembangan teknologi informasi memungkinkan pegawai negeri sipil (PNS) bekerja di rumah. Namun, wacana tersebut harus dikaji dengan baik.
"Apakah itu manusiawi atau tidak? Kalau saya tidak hanya bicara soal wacana. Yang penting manusianya jangan jadi robot karena tidak keluar dari rumah," kata Sultan saat menjawab pertanyaan wartawan soal wacana PNS bisa bekerja dari rumah, Rabu (14/8).
Memang, kata Sultan, di era seperti saat ini semuanya bisa dilakukan menggunakan teknologi. Orang mau bertatap muka tinggal menggunakan video call melalui ponsel pintarnya. "Kemajuan teknologi itu membuat orang bisa bertemu atau berkomunikasi meski tidak secara fisik. Bisa dengan ponsel dan laptop. Tinggal hubungi keluar gambarnya [video call]," katanya.
Fenomena tersebut, kata Sultan, terkadang membuat orang atau pekerja tidak perlu keluar rumah. Hanya, Sultan juga mengingatkan terkait fungsi sosial manusia. Jangan sampai manusia dalam kehidupannya dikuasai oleh teknologi. "Persoalannya, rakyat Indonesia jadi manusiawi atau jadi robot. Pemerintah ambil kebijakan apa terkait itu? Yang paling penting manusiannya tidak jadi robot, itu saja," kata Sultan.
Sekadar diketahui, wacana flexible working arrangement muncul dari Pemerintah Pusat khususnya Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Hal itu dilatarbelakangi adanya pergeseran pekerjaan yang terjadi di pemerintahan saat ini.
Hanya saja, untuk menerapkan wacana tersebut memerlukan persiapan sangat panjang, terutama kesiapan sarana dan prasarananya seperti infrastruktur teknologi informasi di semua daerah. Di sisi lain, profesionalisme PNS juga menjadi salah satu yang harus disiapkan.
Pemda DIY sampai saat ini masih kekurangan pegawai mencapai 4.301 orang. Pemda mengusulkan penambahan CPNS sebanyak 1.700 formasi tahun ini. "Kalau tahun lalu paling banyak guru. Tahun ini yang diusulkan formasinya lebih banyak," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY Agus Supriyanto, beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengenalkan PERISAI Jaga Warga kepada calon kader ibu-ibu untuk memperluas perlindungan pekerja informal.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Persik Kediri pada pekan keenam Super League 2026/2027. Ernesto Gomez mencetak dua gol untuk tuan rumah.
Kemnaker membuka pelatihan vokasi bagi 50.000 pekerja terdampak PHK pada 2024-2026. Simak syarat, pilihan pelatihan, fasilitas, dan cara daftar.
Jelang musim hujan, DPRD Jogja meminta Pemkot mengantisipasi genangan, mengevaluasi drainase tua, dan mencegah penumpukan sampah di depo.
Sebanyak 195 lansia di Sleman diwisuda dari Sekolah Lansia Standar 2 pada 2026. Program ini mendorong lansia sehat, mandiri, aktif, dan produktif.
BPD DIY meraih tiga prestasi di Frontliner Championship BPDSI 2026. Capaian ini menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas layanan nasabah.