Advertisement
KKP Pastikan Hak Keluarga Korban ATR 42-500 Diberikan Sesuai Ketentuan
KKP pastikan seluruh hak keluarga korban ATR 42-500 Sulawesi Selatan terpenuhi, termasuk kenaikan pangkat, santunan, dan beasiswa anak. - Antara.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjamin seluruh hak keluarga korban ASN yang wafat dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan akan diberikan sesuai ketentuan, termasuk kenaikan pangkat, santunan, dan beasiswa anak.
Wakil Menteri KKP Didit Herdiawan menegaskan bahwa hak-hak keluarga korban ASN yang gugur dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 akan terpenuhi sepenuhnya.
Advertisement
“Semua hak mereka akan kami berikan, baik itu dari Taspen, dari Jiwasraya, dari KKP sendiri, dan lain sebagainya,” ujar Didit di Auditorium Madidihang AUP Kelautan dan Perikanan Pasar Minggu, Jakarta, Minggu.
Pesawat ATR 42-500 dengan nomor lambung PK THT jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada Sabtu, 17 Januari 2026. Selain tiga pegawai KKP, tujuh kru Indonesia Air Transport (IAT) juga meninggal dunia.
BACA JUGA
Ferry Irawan dan Yoga Naufal gugur saat menjalankan misi pengawasan sumber daya perikanan. Sementara Deden Maulana, pegawai bidang pengelola barang milik daerah di KKP, telah dimakamkan lebih dulu pada 22 Januari lalu.
Ferry Irawan telah 18 tahun mengabdi sebagai PNS di KKP, sedangkan Yoga Naufal merupakan tenaga profesional pendukung operasional penerbangan dan dokumentasi udara di Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP).
Didit menegaskan hak-hak Ferry Irawan dan Yoga Naufal akan diberikan sesuai ketentuan, meliputi kenaikan pangkat Anumerta, jaminan kecelakaan kerja, asuransi personel on board, santunan untuk keluarga, hingga beasiswa pendidikan bagi anak-anak pegawai yang gugur. Sebelumnya, Deden Maulana juga telah menerima hak-haknya.
KKP memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada ketiga pegawainya dan seluruh kru pesawat, serta menyampaikan terima kasih atas dedikasi mereka dalam pengawasan sumber daya kelautan perikanan di seluruh perairan Nusantara.
“Kami naikkan pangkatnya karena mereka melaksanakan tugas operasi, khususnya kegiatan surveillance [pemantauan],” ujar Didit saat upacara penghormatan dan pelepasan almarhum Ferry Irawan, Yoga Naufal, dan Capt. Andy Dahananto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
Advertisement
Gerai KDMP di Gunungkidul Mencapai 20, Lahan Jadi Sorotan
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- KPK Dalami Pihak Sentral Lain dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
- Kim Jong Un Tegaskan Korea Utara Akan Terus Setia Bersama Rusia
- OPINI: Seni Menghadapi Pertanyaan Stigmatif saat Lebaran
- Pasta Tak Selalu Bikin Gula Darah Melonjak, Ini Penjelasan Ahli Gizi
- Tol Jogja-Solo Padat, 19.156 Kendaraan Lewat GT Purwomartani
Advertisement
Advertisement







