Enzo Zenz Allie Sempat Dituduh Radikal, Jubir Gerindra: Bungkam Mulut Mereka

Enzo Zenz Allie / Instagram
13 Agustus 2019 19:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Juru bicara Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Dahnil Anzar Simanjutak berharap taruna keturunan Prancis Enzo Zenz Allie yang dipertahankan TNI AD kelak menuai prestasi.

Melalui akun jejaring Twitter pribadinya, Dahnil mengucapkan selamat kepada Enzo dan ibundanya yang belakangan ini mendapat sorotan tajam.

Diketahui pemuda yang viral setelah diajak bicara oleh anglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggunakan bahasa Prancis disebut sebagai simpatisan organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh sejumlah pihak.

Asumsi tersebut menyeruak setelah beredarnya foto pria mirip Enzo Zenz Allie yang tengah membawa bendera tauhid.

Dahnil Anzar Simanjutak berharap kelak pemuda blasteran Indonesia-Prancis itu menjadi tentara yang mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

"Selamat Enzo dan ibunda Enzo, semoga bisa menjadi perwira yang membanggakan menjadi abdi negara yang tinggi integritasnya, jaga NKRI dan Pancasila. Menjadi tentara rakyat yang sesungguhnya," cuit @Dahnilanzar.

Lebih lanjut, pria 37 tahun itu meminta Enzo menunjukkan prestasinya demi membungkam mulut orang yang sempat menyudutkannya.

"Bro Enzo, bungkam mulut mereka yang menuduhmu dengan belajar dan berlatih lebih giat dan jawab dengan prestasi," lanjutnya.

TNI Angkatan Darat menerima Enzo Zenz Allie sebagai taruna Akademi Militer (Akmil) setelah tidak terbukti radikal. Hal itu dinyatakan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Perkasa.

"Kami AD memutuskan untuk mempertahankan Enzo Zenz Allie dan semua taruna Akademi Militer yang kami terima," kata Andika Perkasa di Mabes AD, Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

Berdasarkan tes TNI AD pada Sabtu - Minggu (10-11/8/2019) lalu, Enzo memiliki indeks moderasi bernegara yang cukup baik.

"Hasilnya di analisis pada Senin. Kesimpulannya, Enzo dilihat dari indeks moderasi bernegara itu ternyata nilainya 84 persen," kata dia.

Sumber : Suara.com