Tragis! Siswi SD di Jenar Sragen Tewas dengan Luka Sajam
Bocah 11 tahun di Sragen ditemukan tewas dengan luka parang. Polisi selidiki dugaan pembunuhan di Jenar.
Carrie Lam/reuters
Harianjogja.com, HONG KONG - Pemimpin Hong Kong Carrie Lam dicecar pertanyaan yang menohok oleh jurnalis terkait situasi negara tersebut saat ini.
Carrie Lam melakukan konferensi pers, Selasa (13/8/2019) untuk memberikan pernyataan setelah ribuan massa berkumpul di bandara Hong Kong dan membuat otoritas bandara membatalkan 200 penerbangan.
Namun harapan dia untuk menyapaikan pernyataan malah mendapat serangan pertanyaan dari sejumlah jurnalis.
"Anda menyalahkan kesalahan sikap politik Anda sendiri pada orang lain, dan menolak mengakui kesalahan Anda," kata seorang wartawan mengutip AFP.
"Kapan Anda akan menerima tanggung jawab politik untuk mengakhiri ketakutan warga? Kapan Anda mau mundur? Kapan Anda akan memberitahu polisi untuk berhenti (bersikap brutal)?" tanya reporter dari penyiar publik Hong Kong, RTHK.
Baca juga: Pemimpin Hong Kong: Aturan Hukum Rusak, Pemulihan Kota Bisa Berlangsung Lama
Sebelum Lam menjawab, reporter itu menambahkan, "Anda dulu meminta saya untuk fokus pada pekerjaan saya, jadi tolong jawab saya juga."
Pemimpin yang didukung China itu mulai menjawab, tetapi lagi-lagi muncul pertanyaan dari jurnalis.
"Warga takut pada Anda dan polisi, bisakah kamu menjawab pertanyaan itu?"
Hong Kong setelah diserahkan oleh Inggris pada 1997 menggunakan prinsip "Satu negara, dua sistem", media di Hong Kong menikmati kebebasan yang tidak dimiliki media di China.
Lam kadang-kadang tampak lesu karena intensitas pertanyaan dari wartawan.
"Tolong jangan menyela," seorang pejabat memohon ketika wartawan bertanya.
Pada satu waktu, Lam melihat ke bawah, dan kemudian memandang lagi ke arah wartawan dengan alis terangkat ketika mereka terus mengajukan pertanyaan kepadanya.
Kadang ia minum ketika rentetan pertanyaan berlanjut.
Dalam pidato pembukaannya, dia meminta ketenangan.
"Aku sekali lagi meminta semua orang mengesampingkan perbedaanmu dan tenang," kata Lam, yang tampaknya hampir menangis.
"Luangkan waktu sebentar untuk berpikir, lihat kota kita, rumah kita, apakah kalian semua benar-benar ingin melihatnya ke jurang yang dalam (hancur)?" ujar Lam yang membela polisi atas tuduhan massa pro-demokrasi karena menggunakan kekuatan berlebihan selama massa protes.
Dia mengatakan bahwa dia "prihatin" oleh laporan yang mengungkap adanya korban luka parah, tetapi tidak menawarkan konsesi kepada para demonstran dan bersikeras bahwa polisi menghadapi "keadaan yang sangat sulit".
Saat ditanya apakah China akan mengizinkannya menarik RUU Ekstradisi sepenuhnya, Lam mengatakan, "Perta
RUU Ekstradisi telah ditangguhkan namun pedemo meminta penarikan sepenuhnya agar tidak mengkisi independensi hukum Hong Kong, serta ada penyelidikan atas kebrutalan polisi dan meminta Carrie Lam mundur.
Rentetan pertanyaan terus berlanjut tapi Lam dia tiba-tiba meninggalkan podium, "Apakah Anda memiliki hati nurani?" teriak seorang jurnalis.
"Ibu Lam, banyak warga bertanya kapan Anda akan mati," teriak yang lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Bocah 11 tahun di Sragen ditemukan tewas dengan luka parang. Polisi selidiki dugaan pembunuhan di Jenar.
Pembangunan Sekolah Rakyat Batang ditargetkan dimulai Juli 2026. Kesiapan lahan dan dokumen proyek di Desa Celapar telah mencapai 99,99 persen.
Imigrasi Semarang mengungkap dugaan love scamming internasional. Empat WN China diamankan bersama ratusan ponsel dan perangkat elektronik.
Ketua Koperasi BLN diamankan Satgas PASTI terkait dugaan penghimpunan dana ilegal dengan tawaran bunga simpanan hingga 4,17 persen per bulan.
Ribuan peserta meramaikan Funwalk BPR-BPRS Nasional 2026 di Sleman dengan hiburan dan doorprize menarik.
Pemkab Pekalongan mendeklarasikan Kecamatan Tangguh Bencana untuk memperkuat mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan bencana di daerah rawan bencana.