Anggota DPRD Wonogiri Periode 2019-2024 Didominasi Lulusan SMA

ilustrasi DPRD. (Solopos/Dok)
13 Agustus 2019 07:47 WIB Rudi Hartono News Share :

Harianjogja.com, WONOGIRI -- Calon anggota legislatif (caleg) terpilih DPRD Wonogiri hasil Pemilu 2019 didominasi lulusan sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat. Ada 50 calon anggota DPRD Wonogiri yang akan dilantik untuk periode 2019-2024.

Kendati demikian, tingkat pendidikan tidak dapat dijadikan patokan seseorang kreatif dan cakap dalam menyelesaikan masalah. Data yang diperoleh JIBI/Solopos dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri, Senin (12/8/2019), ada 26 caleg terpilih yang merupakan lulusan SMA atau 52% dari total jumlah caleg terpilih.

Sisanya ada dua tamatan D3 atau 4 persen, lulusan S1 19 orang atau 38 persen, dan lulusan S2 tiga orang atau 6 persen. Berdasar status keanggotaan, 26 caleg terpilih merupakan pendatang baru atau 52 persen dan petahana 24 orang atau 48 persen.

Berdasar jenis kelamin, 42 caleg terpilih laki-laki dan selebihnya, yakni delapan caleg perempuan. Jumlah caleg terpilih perempuan lebih banyak dibanding legislator perempuan periode 2014-2019.

Saat itu hanya ada empat orang legislator perempuan. Di lihat dari usia, caleg terpilih didominasi usia 40-60 tahun, yakni mencapai 35 orang atau 70 persen. Sementara calon legislator terpilih berusia 20-40 tahun ada 13 orang atau 26 persen dan dua orang lainnya berusia lebih dari 60 tahun.

Caleg terpilih paling muda berusia 24 tahun, yakni Imron Rizkyarno dari Partai Gerindra. Sedangkan caleg terpilih tertua berusia 69 tahun, yakni Suparmo dari PKB.

Seperti diketahui, partai politik yang ditetapkan KPU mendapat kursi parlemen meliputi PKB tiga kursi, Partai Gerindra empat kursi, PDIP 28 kursi, Partai Golkar delapan kursi, PKS empat kursi, dan PAN tiga kursi.

Pemerhati politik Wonogiri dari Jaringan Pegiatan Demokrasi (Jagad), Mat Nawir, kepada Solopos.com mengatakan tingkat pendidikan memang dapat menunjukkan tingkat kecerdasan seseorang. Namun, tingkat pendidikan bukan faktor utama bagi seseorang menjadi kreatif dan cerdas dalam menyelesaikan persoalan.

Hal itu tergantung bagaimana seseorang mengelola masalah. Hal yang sama dengan politikus. Politikus, khususnya seorang legislator, harus pandai mengelola masalah yang dihadapi masyarakat, mengetahui kebutuhan masyarakat, kemudian mengaktualisasikan diri untuk ikut memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan masyarakat melalui tugas dan kewenangannya.

“Ini tantangan buat para caleg terpilih. Buktikan bahwa legislator lulusan SMA bisa lebih baik dari lulusan D3 atau tingkatan yang lebih tinggi. Yang dibutuhkan masyarakat bukan tingkat pendidikan, tetapi bagaimana dia bisa memberi kontribusi nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” kata mantan komisioner KPU Wonogiri tiga periode itu.

Menanggapi ihwal jumlah pendatang baru yang mendominasi komposisi anggota DPRD mendatang, Mat Nawir berpandangan hal itu membuktikan masyarakat tidak selalu percaya kepada petahana. Ketika ada tokoh baru yang dinilai lebih aspiratif dan mempunyai hubungan baik dengan masyarakat, masyarakat bakal lebih memilihnya. Alhasil, petahana pun tersisih.

Terpisah, Sekretaris DPRD Wonogiri, Gatot Siswoyo, menginformasikan pelantikan caleg terpilih bakal digelar 15 Agustus mendatang. Dia sudah menyiapkan segala sesuatunya. Legislator periode saat ini akan purna 13 Agustus.

Sumber : JIBI/Solopos