UMKM di Rest Area Sebut Harga Sewa Gerai Tinggi

Pemudik menikmati fasilitas tempat istirahat atau rest area ruas Tol Batang-Semarang KM 379A Gringsing, Batang, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2019). - ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
12 Agustus 2019 09:37 WIB Krizia Putri Kinanti News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Asosiasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Indonesia sedang mempermasalahkan biaya sewa gerai di tempat istirahat (rest area) jalan tol.

Asosiasi menginginkan agar biaya sewa gerai komersial berpihak pada UMKM sehingga apabila biaya sewa sudah sesuai dengan yang diharapkan tidak ada lagi permasalahan mobilitas.

Ketua Umum Asosiasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun mengatakan bahwa selama ini tidak ada kompensasi kepada UMKM terkait mobilitas pemilik gerai di tempat istirahat di jalan tol, tetapi permasalahan yang masih dihadapi oleh UMKM adalah biaya sewa yang tinggi,

"Untuk UMKM yang di rest area [jalan tol] enggak ada kompensasi, tetapi di setiap rest area, memang ada jalan lewat nontol untuk para pekerja dan juga pemilik UMKM di rest area tersebut. Nah, tapi yang menjadi perhatian kami adalah biaya sewa UMKM yang tinggi," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (11/8/2019).

Menurut Ikhsan, untuk pengantaran barang biasanya, pemilik gerai menggunakan jalan belakang dan sudah disediakan area parkir untuk pengangkutan. Namun, apabila dalam jumlah besar, pemilik mau tidak mau harus melewati jalan tol. “Apabila biaya sewa sudah adil, maka mobilitas tidak akan menjadi masalah lagi.”

Ikhsan menginginkan supaya biaya sewa berpihak pada UMKM karena keuntungan yang diperoleh pengusaha UMKM tidak seberapa dibandingkan dengan keuntungan pengusaha-pengusaha retail besar.

"Misalnya, tol Cipali saya liat kan itu dia [sewa gerai] sebulan di angka Rp3 juta—Rp3,50 juta memang harus disesuaikan lagi dengan trafiknya karena mereka juga dibebani biaya kebersihan, biaya keamanan, dan lainnya," katanya.

 Apabila tempat istirahat yang sepi atau baru saja dibuka, harusnya biaya sewa  bisa lebih murah, begitu pun sebaliknya. Jika lalu lintas ramai bisa dikenakan biaya sewa lebih tinggi.

Sumber : bisnis.com