Ada Potensi Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa, Ini Arahan Jusuf Kalla

Jusuf Kalla. - Bisnis Indonesia/Dwi Prasetya
19 Juli 2019 20:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Kabar potensi tsunami megathrust yang melanda Selatan Jawa ditanggapi Wapres Jusuf Kalla.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ikut berkomentar terkait adanya ancaman tsunami 20 meter di wilayah Pantai Selatan Jawa berdasarkan penelitian yang dilakukan pakar Tsunami Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko.

Terkait hal itu, JK meminta masyarakat di kawasan itu bisa melakukan antisipasi sedini mungkin.

Menurutnya, Indonesia dikenal sebagai daerah lingkaran api pasifik atau Ring Of Fire sehingga seringkali diterpa peristiwa gempa bumi dan letusan gunung berapi. Maka itu, dia berharap masyarakat yang khususnya tinggal di sekitar pantai untuk tetap waspada.

"Pengalaman Aceh, Bengkulu dan Kalianda, itu kan semua tsunami. Jadi di mana saja bisa terjadi tsunami. Termasuk di Pantai Selatan itu, jadi harus siap-siap saja," kata JK di Akademi Bela Negara Partai Nasional Demokrat, Jalan Pancoran Timur, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019).

Selain itu JK mengungkapkan pemerintah telah berupaya untuk melakukan antisipasi penanganan bencana. Namun, salah satu cara yang paling sederhana dilakukan ketika ada gempa bumi yang berpotensial memunculkan tsunami ialah menginformasikan kepada masyarakat untuk pergi ke daerah yang lebih tinggi.

"Mendidik masyarakat untuk pergi ke ketinggian itu yang pertama, kedua tentu juga ada petunjuk keselamatan," tandasnya.

Untuk diketahui, Widjo Kongko menyebut sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa berpotensi disapu tsunami dahsyat setinggi 20 meter.

Permodelan Widjo Kongko itu menyatakan selatan pesisir Pulau Jawa berpotensi diguncang gempa bumi magnitudo 8,8. Sebab ada segmen-segmen megathrust di sepanjang selatan Jawa.

Segmen-segmen megathrust itu membentang di sepanjang selatan Jawa hingga ke Sumba di sisi timur dan di selatan Selat Sunda. Gelombang tsunami akan tiba dalam waktu sekitar 30 menit usai terjadi gempa besar.

Sumber : Suara.com