Pengusaha RI Punya Waktu 3 Bulan Penuhi Standar Eropa
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
Joko Widodo/Reuters-Willy Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA--Presiden RI Jokowi perlu bersikap lebih tegas terkait dengan upaya pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Naswedan. Hal tersebut disampaikan peneliti Bidang Hukum The Indonesian Institute Muhammad Aulia Y. Guzasiah.
"Presiden perlu mengambil sikap yang lebih tegas," kata Aulia dihubungi di Jakarta, Sabtu (20/7/2019).
Sebelumnya, Presiden menyatakan bahwa pihaknya memberikan waktu 3 bulan kepada Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian agar jajarannya bisa menindaklanjuti temuan Tim Gabungan Pencari Fakta terkait dengan kasus Novel Baswedan.
Menurut Aulia, akan sulit untuk mengatakan bahwa pelaku penyiraman air keras Novel Baswedan akan segera terungkap meski Presiden Jokowi telah memerintahkan pemangkasan waktu pengungkapan yang sebelumnya dinyatakan berlangsung paling lama 6 bulan oleh Polri.
"Jika dinalar secara jernih, baik hasil maupun perintah tersebut, tampaknya memang lebih terlihat sebagai upaya penguluran waktu untuk memudarkan ingatan kolektif kita, ketimbang sebagai niatan yang konkrit dan solutif dalam mencari pelaku dan fakta sebenarnya," kata Aulia.
Aulia mengatakan bahwa pembentukan tim khusus atau tim teknis juga terkesan terlalu administratif, ambigu, dan bertele-tele.
Selain itu, menurut dia, selama pembentukan tim tersebut masih mengakar terhadap suatu instansi yang memiliki keterkaitan atau kepentingan langsung dengan kasus tersebut, penuntasan kasusnya akan sulit dilakukan.
Ia berpendapat bahwa solusi yang paling konkret adalah yang sebagaimana masif digaungkan oleh publik, yaitu dengan membentuk tim pencari fakta independen yang dibentuk langsung oleh Presiden sendiri.
"Sebab sebagaimana ungkapan Novel Baswedan sendiri, kasus kekerasan yang menimpanya ini, begitu sarat akan konflik kepentingan," kata dia.
Aulia mengatakan bahwa ketegasan Jokowi untuk membentuk tim independen menjadi salah satu pekerjaan rumah sekaligus ujian bagi Jokowi setelah berhasil melalui tahun-tahun politik yang begitu kental akan pertarungan politik dan dalam memasuki periode keduanya.
"Ketegasan itu setidaknya akan membuktikan pernyataan Presiden Jokowi sendiri bahwa dia adalah presiden terpilih dari kepentingan rakyat, bukan kepentingan elite politik tertentu, dan presiden yang tidak memiliki beban apa-apa, bukan yang meninggalkan beban ke depan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Polda Banten membongkar sindikat penyalahgunaan solar subsidi di Serang. Polisi menyita 1.000 liter solar dan menetapkan dua tersangka.
Pura Jagat Natha resmi berdiri di kawasan Alun-alun Kota Magelang. Kehadirannya melengkapi rumah ibadah lintas agama di kawasan tersebut.
ASDP menjelaskan antrean panjang di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dipicu aksi pengemudi truk. Antrean di sisi Jawa mencapai 8 km.