Advertisement

Indonesia Siap Mediasi AS-Iran di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Newswire
Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Indonesia Siap Mediasi AS-Iran di Tengah Ketegangan Timur Tengah Serangan Israel dibantu AS ke Iran, Sabtu (28/2/2026). (ANTARA - X)

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pemerintah Indonesia juga menyatakan kesiapan memfasilitasi perundingan antara Amerika Serikat dan Iran guna meredakan eskalasi konflik.

Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri RI melalui akun resmi X, Sabtu (28/2/2026). Indonesia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara, serta penyelesaian perbedaan melalui cara-cara damai.

Advertisement

Presiden Indonesia Siap Lakukan Mediasi

Kemlu RI menyatakan Indonesia siap berperan aktif mendorong dialog agar situasi keamanan di kawasan kembali kondusif.

“Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Tehran untuk melakukan mediasi,” demikian pernyataan Kemlu RI.

Menurut pemerintah, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan sekaligus mengancam perdamaian dan keamanan global. Karena itu, jalur diplomasi dinilai menjadi satu-satunya langkah berkelanjutan untuk mencegah konflik yang lebih luas.

Imbauan untuk WNI

Selain mendorong upaya diplomatik, Kemlu RI juga mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak agar tetap tenang dan waspada. WNI diminta mengikuti arahan otoritas setempat serta menjaga komunikasi aktif dengan Perwakilan RI terdekat.

Latar Belakang Ketegangan

Ketegangan kembali meningkat setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan tersebut menjadi yang kedua dilakukan pemerintahan Presiden AS Donald Trump sejak operasi militer pertama pada Juni 2025.

Trump menyatakan operasi tersebut bertujuan menghilangkan ancaman terhadap Amerika Serikat yang, menurut Washington, berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir Iran.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah menggelar tiga putaran perundingan tidak langsung terkait program nuklir Iran yang dimediasi Oman. Putaran pertama dan kedua berlangsung di Muscat dan Jenewa, dengan fokus pada pembatasan pengayaan uranium sebagai imbalan pencabutan sanksi. Putaran ketiga digelar di Jenewa pada Kamis (26/2/2026), di tengah eskalasi konflik kawasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

BMKG: Curah Hujan Jogja pada Maret 2026 Masih Tinggi

BMKG: Curah Hujan Jogja pada Maret 2026 Masih Tinggi

Jogja
| Sabtu, 28 Februari 2026, 22:17 WIB

Advertisement

Korea Selatan Beri Bebas Visa Grup bagi Turis Indonesia

Korea Selatan Beri Bebas Visa Grup bagi Turis Indonesia

Wisata
| Kamis, 26 Februari 2026, 20:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement