Advertisement
Malaysia Desak PBB Bertindak Usai Eskalasi Israel-AS-Iran
Foto ilustrasi serangan udara, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Advertisement
Harianjogja.com, KUALA LUMPUR—Malaysia menyerukan komunitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera mengambil langkah tegas meredakan eskalasi konflik pascaserangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, yang disusul serangan balasan Iran ke sejumlah negara Asia Barat.
Dalam pernyataan resmi di Kuala Lumpur, Sabtu (28/2/2026), Kementerian Luar Negeri Malaysia mengecam keras seluruh bentuk serangan bersenjata, baik terhadap Iran maupun serangan balasan Iran yang menyasar negara-negara Asia Barat, termasuk Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar.
Advertisement
Langgar Kedaulatan dan Hukum Internasional
Malaysia menilai rangkaian serangan tersebut melanggar prinsip kedaulatan dan integritas teritorial negara, serta bertentangan dengan larangan penggunaan kekuatan sebagaimana diatur dalam Piagam PBB dan hukum internasional.
“Tindakan militer sepihak berisiko memperparah kekacauan di kawasan yang sudah rapuh dan membahayakan keselamatan warga sipil,” tulis Kemlu Malaysia.
Menurut Malaysia, peran aktif PBB dan komunitas internasional menjadi krusial untuk memulihkan perdamaian serta mencegah dampak global yang lebih luas akibat konflik berkepanjangan.
Seruan Menahan Diri dan Kedepankan Diplomasi
Malaysia menegaskan, pada situasi kritis seperti saat ini, seluruh pihak harus menahan diri semaksimal mungkin agar eskalasi tidak semakin meluas dan mengguncang stabilitas kawasan.
Setiap perselisihan, menurut Malaysia, harus diselesaikan melalui dialog dan diplomasi dengan tetap menghormati hukum internasional sebagai landasan utama.
Imbauan untuk Warga Malaysia
Menanggapi serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran serta serangan balasan Iran yang turut menyasar pangkalan militer AS di sejumlah negara Asia Barat, pemerintah Malaysia mengimbau warganya yang berada di wilayah terdampak untuk tetap tenang, waspada, dan menghindari area berisiko.
Malaysia memastikan perwakilannya di negara-negara terkait terus memantau perkembangan situasi guna menjamin keselamatan warganya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
- Pecah Kongsi, AS Kecewa Serangan Israel ke Depot BBM Iran
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pelecehan Siswa SLB Belum Ada Tersangka Polresta Jogja Tunggu Psikolog
- AJI Yogyakarta Buka Posko Aduan THR Jurnalis di DIY
- Iran Klaim Sukses Luncurkan Rudal Hipersonik Operasi Janji Sejati 4
- Ahli Onkologi Ungkap Fakta Skincare yang Picu Risiko Kanker
- ASN di DIY Dilarang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
- Dispusip Sleman Dukung Kualitas Literasi Tanpa Anggaran
- Marc Klok Tegaskan Pentingnya FIFA Series 2026 Bagi Timnas Indonesia
Advertisement
Advertisement









