Advertisement
Saudi Kecam Agresi Iran ke Negara Teluk dan Yordania
Bendera Arab Saudi - ist
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kerajaan Arab Saudi mengecam keras agresi yang dilakukan Iran terhadap sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Riyadh menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan yang mencolok serta bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip Al Jazeera, Arab Saudi menegaskan agresi Iran telah menyasar wilayah udara dan kedaulatan Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Kuwait, serta Yordania.
Advertisement
#Statement | The Kingdom of Saudi Arabia condemns and denounces in strongest terms the blatant Iranian aggression and the flagrant violation of the sovereignty of the UAE, Bahrain, Qatar, Kuwait, and Jordan. The Kingdom affirms its full solidarity with and unwavering support for… pic.twitter.com/hA2cVqvfmx
— Foreign Ministry (@KSAmofaEN) February 28, 2026
Kerajaan menyatakan solidaritas penuh dan dukungan tanpa syarat kepada negara-negara yang disebut sebagai “negara bersaudara”. Arab Saudi juga menegaskan kesiapan untuk mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki guna mendukung setiap langkah yang diambil negara-negara tersebut demi menjaga kedaulatan dan keamanan nasional mereka.
BACA JUGA
“Kerajaan menegaskan dukungan teguhnya terhadap negara-negara saudara dan kesiapannya untuk mengerahkan seluruh kemampuannya guna mendukung setiap tindakan yang mungkin mereka ambil,” demikian pernyataan resmi tersebut.
Arab Saudi turut memperingatkan bahwa pelanggaran kedaulatan negara yang terus berlanjut akan memicu konsekuensi serius, tidak hanya bagi stabilitas kawasan, tetapi juga bagi tatanan hukum internasional secara global.
Riyadh menilai eskalasi militer semacam ini berpotensi memperluas konflik regional dan mengancam keamanan jalur strategis serta kepentingan internasional di Timur Tengah.
Pernyataan keras Arab Saudi ini menambah daftar reaksi negara-negara kawasan menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran dan sejumlah negara Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Malioboro Membeludak, Wisatawan Dialihkan ke Kotagede dan Kotabaru
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
- Pemeriksaan Yaqut Berlanjut Setelah Kembali ke Rutan KPK
- WFH Nasional Mulai Dibahas, Ini Kata Kemendagri
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
Advertisement
Advertisement







