Bos PT Krishna Alam Sejahtera Klaten Bantah Lakukan Penipuan

Mitra PT Krishna Alam Sejahtera berkumpul di depan Mapolres Klaten untuk mempertanyakan perkembangan kasus penipuan investasi bodong, Kamis (18/7/2019). (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
19 Juli 2019 11:07 WIB Taufik Sidik Prakoso News Share :

Harianjogja.com, KLATEN -- Direktur PT Krishna Alam Sejahtera Klaten, Al Farizi, benar-benar pandai berkilah alias pintar ngeles.

Setelah membantah tuduhan menipu mitra kerja dengan berdalih masih menunggu izin perusahaan, dia juga berkilah soal kabur dari rumahnya di Ceper, Klaten.

Kepada wartawan di Mapolres Klaten, Kamis (18/7/2019), Al Farizi mengaku selama ini tidak kabur meskipun nomor ponsel serta Whatsapp-nya tak bisa dihubungi. Sebelum menghilang, Al Farizi tinggal di salah satu rumah di Dukuh Kringinan, Desa Kajen, Kecamatan Ceper.

Rumah itu sekaligus menjadi kantor PT Krishna Alam Sejahtera. “Sebenarnya tidak melarikan diri. Karena di sana [rumah] sudah ada mitra yang mau anarkistis, kami menyingkir saja. Sebenarnya saya hanya menunggu dijemput saja,” kata Al Farizi kepada wartawan.

Al Farizi juga membuat alasan saat ditanya kenapa tidak menghubungi polisi saat rumahnya didatangi para mitra. Dia mengaku tak tak memiliki nomor telepon polisi. “Polsek dan polres semua penuh karena mencari saya,” kata Al Farizi.

Al Farizi mengatakan sekitar dua pekan lalu dia bersama istri dan anaknya sudah pergi ke Jakarta. Dari Jakarta, pria tersebut berkeliling ke wilayah Jawa Barat seperti Bandung, Bogor, serta Garut. “Selama itu tinggal di mobil,” tutur dia.

Di sisi lain, Al Farizi kesulitan menjawab saat ditanya soal kemungkinan mengembalikan dana milik mitranya. Seluruh aset miliknya sudah disita polisi. Rumah sekaligus kantor PT Krishna Alam Sejahtera yang dia tempati sudah dijual.

Dia tak menyebut kepada siapa rumah tersebut dijual. “Saya belum bisa menjawab. Belum bisa mikir untuk mengembalikan. Saya sudah tidak memiliki aset,” kata dia.

Al Farizi juga mengaku tak bisa memastikan berapa total uang yang disetor mitra kepadanya. Dia hanya mengatakan uang dari mitra itu digunakan untuk membeli sejumlah aset seperti delapan unit mobil serta untuk perputaran uang gaji para mitra selain masuk ke rekening pribadi.

Al Farizi yang lulusan SMA sebelumnya pernah mengikuti pelatihan meracik obat. Karena itulah dia memilih bidang herbal mendirikan PT Krishna Alam Sejahtera.

Tampil Beda

Pantauan Solopos.com, Kamis (18/7/2019) saat konferensi pers tersebut, penampilan Al Farizi sudah berbeda jika dibandingkan ketika dia kali pertama datang ke Mapolres Klaten dibawa tim Jantaras Polres Klaten, Rabu (17/7/2019).

Rambut gondrongnya dipangkas habis. Kaus tanpa lengan bertuliskan salah satu merek sepatu asal Amerika berganti kaus berwarna oranye bertuliskan angka 12 dan tahanan Polres Klaten.

Saat dihadapkan pada sorot kamera, bos PT Krishna Alam Sejahtera itu terus menunduk. Pun halnya ketika polisi menggelar seluruh barang yang disita dari Al Farizi termasuk tumpukan duit Rp3,38 miliar.

Meskipun terlihat lesu seusai ditangkap polisi, Al Farizi masih lihai bertutur kata dan berkilah. Seperti diketahui, para mitra mengenal Al Farizi seorang yang pandai bertutur kata hingga membuat para calon mitra percaya menginvestasikan duit mereka kepada PT Krishna Alam Sejahtera.

Para mitra juga mengenal Al Farizi sebagai seorang yang agamis dan lihai bertutur kata. Sejumlah mitra tergiur menginvestasikan duit mereka lantaran Al Farizi mengucapkan misi untuk menyejahterakan umat selain para mitra bisa mendapatkan penghasilan.

“Walah, Anda belum pernah bertemu dengan Al Farizi. Setelah bersalaman dan berbicara dengan Al Farizi adanya hanya ya dan siap saja. Dia kan berkedok agama dan misi yang disampaikan bagus. Dia ingin menyejahterakan umat, mendirikan yayasan, serta memberikan santunan,” kata salah satu mitra asal Kecamatan Juwiring, Wahyudi.

Sumber : JIBI/Solopos