Advertisement
Jateng Bentuk Tim Pemantau MPLS, Ini Ancamannya Jika Melanggar..
Siswa baru SMAN 1 Solo menyaksikan ilustrasi penanganan gempa dalam materi manajemen bencana pada masa MPLS, Selasa (16/7 - 2019) (Titis Anis Fauziyah)
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO — Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jateng membentuk tim pemantau masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Sanksi terberat untuk pelanggaran MPLS adalah kepala sekolah (kasek) dibebastugaskan.
Tim itu bertugas memantau pelaksanaan MPLS di SMA/SMK agar tidak terjadi perpeloncoan. Demikian disampaikan (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Solo dan Sukoharjo, Suyanta.
Advertisement
Ia mengatakan sudah menerjunkan tim mengecek MPLS di SMA/SMK di Wliayah VII. “Tugas mereka memastikan MPLS berjalan sesuai aturan yang berlaku. Selain itu [tim] juga mengecek kegiatan MPLS dan memantau jumlah siswa yang fixed di seluruh sekolah,” ujarnya saat ditemui JIBI/Solopos di Cabang Dinas Pendidikan, Selasa (16/7/2019).
Ia mengatakan sanksi tegas menanti apabila sekolah terbukti melakukan perpeloncoan. Larangan perpeloncoan bagi siswa baru yang mengikuti MPLS tertuang dalam Permendikbud No. 18/2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru. ”Kami akan monitoring karena ini adalah aturan. Sekolah harus menaatinya. Kalau ada seperti itu [perpeloncoan] akan ada sanksi,” ujarnya.
BACA JUGA
Suyanta telah mengeluarkan imbauan kepada sekolah tentang pelaksanaan MPLS. Pelaksanaan MPLS harus sesuai Permendikbud. “Pemberian sanksi ditelaah. Kami akan lihat dulu, jadi tidak serta-merta dicap salah. Sanksi terberat dalam permendikbud adalah kepala sekolah bisa dibebastugaskan,” kata dia.
Hal senada disampaikan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMAN 4 Solo, Nanang Irawanto. MPLS selama dua hari ini berjalan lancar tanpa ada perpeloncoan dan kekerasan. Selama MPLS juga tidak tugas membawa barang yang aneh-aneh kepada siswa baru.
Kegiatan MPLS SMAN 4 Solo, menurut dia, lebih ditekankan kepada pembentukan karakter siswa melalui ceramah dengan melibatkan pihak luar seperti kepolisian. “TNI dan BNN datang memberikan ceramah tentang bela negara dan bahaya narkoba. Kegiatan MPLS ditangani sepenuhnya para guru dan tidak melibatkan kakak kelas atau senior serta alumni,” ujar dia.
Salah seorang siswa baru SMAN 4 Solo, Bimo Putro, mengatakan kegiatan MPLS menyenangkan dan santai karena tidak ada penugasan untuk membawa peralatan maupun barang yang aneh-aneh. “Acara MPLS diisi dengan mendengarkan ceramah, tidak ada kegiatan fisik,” ungkap dia.
Berdasarkan Permendikbud N0. 18/2016 Pasal 7, Kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota atau pengurus yayasan sesuai wewenangnya bisa memberikan sanksi kepada kepala/wakil kepala sekolah atau guru berupa teguran tertulis, penundaan atau pengurangan hak, hingga pembebasan tugas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Chelsea Kena Sanksi Rp225 Miliar, Ini Sebabnya
- Hujan Deras dan Angin Kencang Ganggu 15 Penerbangan di Juanda
- Iran Sebut AS Minta Bantuan Negara Regional Amankan Selat Hormuz
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
Advertisement
Layanan SIM Sleman Libur saat Lebaran 2026, Cek Jadwal Dispensasi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Menteri Energi AS: Perang Lawan Iran Berakhir dalam Hitungan Pekan
- Jadwal DAMRI Bandara YIA ke Kota Jogja Senin 16 Maret 2026
- Cuaca DIY Senin 16 Maret 2026 Didominasi Hujan Ringan
- Jadwal KA Bandara YIA Hari Ini Senin 16 Maret 2026 Terbaru
- Arus Mudik 2026: Tol Trans Sumatera Siap Layani 7,85 Juta Kendaraan
- Tol Jogja-Solo Segmen Purwomartani Prambanan Resmi Dibuka Fungsional
- Jadwal Bus KSPN Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Ndrini
Advertisement
Advertisement




