Koalisi atau Oposisi, PAN Kanan Kiri Oke

Bendera Partai Amanat Nasional - JIBI/Bisnis.com/Dok
16 Juli 2019 22:37 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – PAN belum menentukan sikap apakah akan bergabung dengan koalisi partai politik pendukung pemerintagh atau oposisi. Keputusan akan diambil pada akhir bulan ini pada rapat kerja nasional atau Rakernas.

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mengatakan bahwa koalisi dan oposisi sangat penting dalam demokrasi. Koalisi berfungsi membantu dan mendukung kerja pemerintah, sementara oposisi untuk mengkritik, mengimbangi, dan memonitor jalannya eksekutif.

“Sebenarnya kalau menurut konstitusional, seluruh anggota DPR baik itu partai yang ada di dalam pemerintahan atau di luar pemerintahan sama-sama menjalankan fungsi kontrol pengawasan,” katanya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Viva menjelaskan bahwa selama 10 tahun pengalamannya menjadi wakil rakyat, partai pemerintah bekerja sebagaimana mestinya. Kadang mengkritik, kadang pula mendukung.

Bagi PAN, menjadi koalisi atau oposisi sama baik dan mulianya. Yang penting, semua untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. Akan tetapi sikap itu belum ditentukan. Ini karena suara masih terbelah antara mau bergabung atau di luar pemerintahan.

“PAN tidak ada masalah mau di dalam atau di luar pemerintahan. Karena menurut platform PAN, mau di dalam kekuasaan atau di luar kekuasaan sama-sama mulianya selama untuk bangsa dan negara,” ucapnya. 

Sebelumnya Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan mengatakan bahwa baik di dalam atau luar pemerintahan memiliki keuntungan dan kerugian. Akan tetapi, PAN lebih sering menjadi koalisi.

“Bagi kami melihat sejarah PAN lebih baik adalah masuk dalam pemerintahan. Kami memiliki basis sosial yang unik dan bisa menjadi salah satu pilar  utama dari pemerintahan itu nanti untuk menjawab berbagai tantangan,” katanya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Bara menjelaskan bahwa apabila di pemerintahan, PAN bisa mengambil setiap proses dari pengambilan kebijakan publik. Di situ, PAN ingin memastikan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf bisa bersikap adil.

Akan tetapi keputusan untuk berkoalisi belum bulat. Masih ada perbedaan, khususnya Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais.

“Tapi nanti kalau keputusan diambil, saya yakin kemampuan ketua umum kami bisa membuat partai itu solid lima tahun ke depan dalam arti opsi yang diambil, termasuk bergabung dalam pemerintah. Partai akan solid dalam keberadaan kami di pemerintahan,” jelasnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia