Advertisement
Iduladha 2019, Global Qurban Tergetkan Kelola 100.000 Kambing Kurban
Para peternak memandikan kambing di Lumbung Ternak Wakaf (LTW) ACT di Blora, Jawa Tengah, Kamis (11/9/2019). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
Advertisement
Harianjogja.com, BLORA - Program Global Qurban Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak masyarakat untuk berkurban daging kambing berkualitas dengan harga yang lebih murah.
Vice President Global Qurban Hafit T. Mas'ud menuturkan untuk kambing dengan berat 30 kilogram hingga 40 kilogram harganya hanya Rp1,65 juta. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan kambing yang dijual secara konvensional.
Advertisement
"Di sini udah ada yang 30 kilogram dan 40 kilogram dengan harga Rp1,65 juta. Kenapa bisa semurah itu? Ya tadi, itu karena adanya pemberdayaan," kata Hafit di Blora, Jawa Tengah, Kamis (11/7/2019).
Pemberdayaan yang dimaksud adalah dalam pengelolaan profesional Global Qurban, terdapat filantropi Islam berbentuk wakaf sebagai penggerak utama. ACT menginisiasi Global Wakaf Foundation sebagai lembaga yang khusus mengelola filantropi dan kebermanfaatan wakaf.
BACA JUGA
Hafit menjelaskan, harga kambing bisa sama satu dengan yang lain. Akan tetapi, saat musim Iduladha tiba, permintaannya mengalami peningkatan. Hal ini yang menyebabkan harga kambing menjadi naik menjelang lebaran kurban.
"Kambing itu mungkin sama harganya. Tapi kan ada supply dan demand. Kalau saat kurban permintaan tinggi, sehingga karena permintaan tinggi. Supply-nya cuma segitu-gitu saja. Kalau kita kan peruntukkannya memang buat kurban. Jadi memang kita siapkan untuk kurban," kata Hafit
Adapun, Global Qurban yang merupakan program ACT ini menargetkan ada 100.000 kambing yang dapat dikurbankan tahun ini. Jumlahnya kemungkinan 60% untuk luar negeri dan 40% ke dalam negeri. "Tahun lalu untuk Lombok luar biasa (permintaannya). Dalam negerinya jadi lebih tinggi. Kalau sekarang paling 60:40. Kebanyakan memang di luar negeri," kata Hafit.
Dalam program Global Qurban-Aksi Cepat Tanggap (ACT), para dermawan yang berkurban berkesempatan untuk meluaskan kebahagiaan kurban di pelosok Indonesia dan berbagai belahan dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali
Advertisement
Berita Populer
- Jalur Trans Jogja, Minggu 4 Januari 2026
- Serangan AS ke Venezuela Tewaskan 40 Orang, Maduro Diklaim Ditangkap
- Toprak Razgatlioglu Bidik Duel Lawan Marc Marquez di MotoGP 2027
- Jadwal Layanan SIM Corner di Jogja Hari Ini, Minggu 4 Januari 2026
- Semenanjung Korea Memanas, Korea Utara Uji Rudal Balistik
- Sejarah Reli Dakar: Dari Afrika ke Arab Saudi
- Jadwal Bus Sinar Jaya ke Pantai Parangtritis dan Baron, 13 Januari
Advertisement
Advertisement




