Jakarta Islamic Center Siapkan Ruangan untuk Pencari Suaka

Para pencari suaka beraktivitas di trotoar depan Menara Ravindo, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (3/7/2019). - Ist/Antara.
10 Juli 2019 16:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Masjid Raya Jakarta Islamic Center (JIC) Jakarta Utara sudah mempersiapkan dua ruangan untuk menampung ratusan pencari suaka dari berbagai negara yang saat ini berkemah di sepanjang Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat.

Kepala Sekretariat Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta, Ahmad Juhandi, mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan ruangan yang masing-masing berukuran 340 meter persegi dan 130 meter persegi.

"Kita kasih ruangan besar yang terpisah antara lelaki dan yang perempuan dan anak-anak, kemudian nanti ruangan itu diberi karpet alas dan diberi matras 50 dari Sudinsos Jakarta Utara," kata Juhandi saat ditemui di Masjid Raya JIC Jakarta Utara, Rabu (10/7/2019).

Dia mengatakan data tersebut adalah data terbaru yang diterimanya dari Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR).

 

 

Lokasi yang disediakan pengelola JIC tersebut juga menyediakan kamar mandi terpisah untuk laki-laki dan perempuan meski jumlahnya terbatas. "Tapi kalau terpaksa bisa langsung ke masjid, kalau di masjid banyak itu kamar mandi dan toilet, yang sifatnya darurat bisa langsung ke sana," tuturnya.

Pihak JIC juga mempersiapkan jemuran serta beberapa rak yang bisa dipakai untuk menyimpan pakaian. Juhandi mengatakan ruangan tersebut cukup untuk menampung 229 pengungsi yang rencananya tiba di JIC hari ini.

Dijelaskanya rincian 229 orang tersebut berasal dari Sudan sebanyak 52 orang (16 keluarga, 19 laki-laki lajang), Afghanistan 148 orang (25 keluarga, 16 laki-laki lajang), Somalia 27 orang (empat keluarga, tujuh laki-laki lajang), dan Pakistan dua orang (dua laki-laki lajang).

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi setelah ia meninjau lokasi pengungsian yang ditempati oleh 229 orang itu mengatakan bahwa para pencari suaka akan dipindahkan sementara ke Jakarta Utara.

"Kami sebagai pemerintah daerah melihat manusia pakai tenda apalagi di wilayah tempat perkantoran itu enggak baik. Jadi rencananya besok pagi kami akan pindahkan mereka ke Jakarta Islamic Centre," kata Prasetio.

Keputusan tersebut diambil setelah DPRD DKI Jakarta berdiskusi dengan Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-bangsa (UNHCR), para pengungsi dan eksekutif dari DKI Jakarta.

Sumber : Antara