Advertisement
PBB Prihatin Konflik Kamboja-Thailand Kembali Memanas
PBB menyatakan prihatin konflik Kamboja dan Thailand kembali memanas serta mendesak kedua negara mematuhi gencatan senjata. - Reuters.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan atas kembali memanasnya konflik perbatasan antara Kamboja dan Thailand. PBB mendesak kedua negara segera menghentikan permusuhan dan kembali mematuhi kesepakatan gencatan senjata.
Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq mengatakan eskalasi terbaru ini berpotensi mengganggu stabilitas kawasan dan hubungan antarnegara bertetangga. PBB berharap kedua pihak menahan diri dan menyelesaikan sengketa melalui jalur diplomasi.
Advertisement
Konflik bersenjata yang pecah sejak Juli lalu sempat dihentikan melalui gencatan senjata pada awal Agustus. Namun, sejak awal Desember, ketegangan kembali muncul dengan saling tuding pelanggaran kesepakatan di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja.
"Kami prihatin atas perkembangan situasi dan perseteruan yang kembali terjadi. Kami berharap mereka dapat segera menghentikan permusuhan dan mewujudkan hubungan antara negara bertetangga yang baik," kata Haq dalam sebuah konferensi pers, Senin.
Saat ditanya mengenai apakah PBB akan berbicara dengan pemimpin Kamboja dan Thailand atau mengirimkan duta khusus untuk kawasan tersebut, jubir PBB berkata masih belum ada rencana semacam itu.
"Kami sudah menjelaskan pandangan kami kepada kedua pemerintah negara tersebut, dan kami akan melanjutkannya," ucap Haq.
Sengketa perbatasan antara Thailand dan Kamboja yang sudah berlangsung lama meningkat menjadi konflik bersenjata pada 24 Juli lalu, di mana kedua negara bertetangga itu saling melancarkan serangan udara dan tembakan artileri. Kedua negara juga melaporkan jatuhnya korban jiwa, termasuk dari kalangan warga sipil.
Pada 4 Agustus, Kamboja dan Thailand mengumumkan gencatan senjata segera yang diikuti kesepakatan formal terkait implementasinya beberapa hari kemudian.
Namun demikian, ketegangan kembali terjadi di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja sejak awal Desember ini, dengan kedua pihak saling tuduh melanggar gencatan senjata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Malioboro Membeludak, Wisatawan Dialihkan ke Kotagede dan Kotabaru
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
- Pemeriksaan Yaqut Berlanjut Setelah Kembali ke Rutan KPK
Advertisement
Advertisement







