Advertisement
Serangan Drone Hantam Pasar di Sudan, 10 Tewas di Darfur Utara
Ilustrasi Ledakan. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SUDAN—Serangan drone menghantam pasar Al-Harra di Kota Malha, Darfur Utara, Sabtu (20/12/2025) telah menewaskan sedikitnya 10 orang dan memicu kebakaran besar.
Melansir dari AFP, Dewan Ruang Gawat Darurat Darfur Utara melaporkan bahwa serangan tersebut juga mengakibatkan kerusakan material yang luas. Hingga saat ini, belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab. Baik militer Sudan maupun kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) yang menguasai wilayah tersebut belum memberikan pernyataan resmi.
Advertisement
Tragedi di Darfur Utara ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang kian mencekam di Kordofan Selatan. Ibu kota negara bagian tersebut, Kadugli, kini berada dalam kondisi terkepung dan dilanda bencana kelaparan hebat.
Kondisi keamanan yang terus memburuk memaksa organisasi kemanusiaan mengevakuasi seluruh pekerja mereka dari Kadugli pada Minggu (21/12/2025). Langkah ini menyusul keputusan PBB untuk memindahkan pusat logistiknya dari kota tersebut. Sebelumnya, serangan drone pada pekan lalu di Kadugli juga telah merenggut nyawa 8 warga sipil yang tengah berupaya melarikan diri dari zona perang.
BACA JUGA
Perang saudara antara militer Sudan dan RSF yang pecah sejak April 2023 telah menciptakan krisis kemanusiaan paling parah di dunia saat ini. Konflik berkepanjangan ini telah menewaskan puluhan ribu orang dan mengakibatkan hampir 12 juta orang kehilangan tempat tinggal. Selain itu, PBB telah menetapkan status kelaparan di Kadugli, di mana warga terpaksa mencari sisa makanan di hutan sekitar untuk bertahan hidup.
Secara geopolitik, RSF yang berhasil menguasai kota strategis El-Fasher di Darfur pada Oktober lalu, kini mulai mengalihkan fokus serangan ke wilayah Kordofan yang kaya akan sumber daya alam.
Penguasaan wilayah Kordofan menjadi kunci strategis karena menghubungkan wilayah utara dan timur (yang dikuasai tentara) dengan wilayah Darfur di barat (pusat kekuatan RSF). Konflik ini secara efektif telah membelah Sudan menjadi dua wilayah pengaruh kekuasaan yang berbeda, memperumit jalan menuju perdamaian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
Advertisement
Advertisement






