KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Hairul Anas Suaidi, saksi Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dalam sidang gugatan Pilpres 2019./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA- Kesaksian Hairul Anas Suaidi di sidang sengketa pilpres sempat mengejutkan banyak pihak. Salah satunya tentang acara training kubu Jokowi yang berisi pemakluman terhadap kecurangan pilpres.
Teuku Nasrullah, Tim Hukum Capres Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, mengklaim memunyai rekaman suara acara pelatihan TKN Jokowi – Maruf Amin yang menyebut kecurangan lazim dalam demokrasi.
Namun, kata Nasrullah, rekaman itu sengaja disimpan pihaknya karena mengkhawatirkan keselamatan Hairul Anas Suaidi.
Hairul adalah saksi kubu Prabowo – Sandiaga dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, dan mengungkapkan kegelisahannya terkait pelatihan yang diikutinya itu.
Dalam persidangan, Anas yang merupakan keponakan mantan Ketua MK Mahfud MD mengungkap isi dari pelatihan yang dihadiri Jokowi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto hingga Ketua Tim Harian TKN, Moeldoko.
"Anas sebetulnya punya rekaman-rekaman itu, ada rekaman suara," kata Nasrullah dalam diskusi yang diselenggarakan di Prabowo - Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019).
Akan tetapi, rekaman suara itu tidak dimasukkan ke dalam bukti yang diserahkan ke MK. Alasan pihaknya enggan memunculkan bukti rekaman suara itu adalah untuk menyelamatkan Anas dari segala ancaman.
"Dengan berbagai pertimbangan, kami tidak menampilkan hal itu. Karena kami tidak bisa menjamin keselamatan Anas," ujarnya.
Dalam kesaksiannya, Anas menceritakan sejumlah tokoh politik tersebut memberikan materi kepada relawan dan saksi.
Moeldoko disebutnya memberikan materi dengan menerangkan kalau kecurangan itu bagian dalam demokrasi.
Sedangkan, kata dia, Ganjar memberikan materi mengenai aparat tidak perlu netral. Lain lagi dengan cerita soal Hasto. Dalam ToT itu, Hasto diceritakan Anas memberikan materi kalau kubu Prabowo memiliki banyak kelompok radikalisme.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Produksi padi RI mencapai 43,89 juta ton GKG hingga Agustus 2026, naik 0,07 persen meski menghadapi ancaman El Nino.
Prabowo memanggil pimpinan Bakom di Hambalang dan meminta komunikasi pemerintah lebih sederhana, terbuka, serta dekat dengan masyarakat.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Prambanan, JCM, dan Ramai Mall. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Sports tourism Indonesia dinilai punya potensi besar, didukung event internasional dan perubahan gaya hidup masyarakat.
Produksi mobil Indonesia mencapai 859.256 unit hingga Agustus 2026. BYD dan Jaecoo masuk 10 besar produsen dengan produksi terbesar.