Anggaran Bencana Naik Jadi Rp1,1 Triliun, Banggar DPR: Jauh dari Cukup
Banggar DPR menyebut anggaran kebencanaan naik menjadi Rp1,1 triliun dari Rp494 miliar. Dana siap pakai bencana juga disiapkan Rp5 triliun.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah./Antara
Harianjoja.com, JAKARTA--KPK memanggil tiga orang anggota DPR RI dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (KTP Elektronik).
Ketiga orang tersebut adalah anggota DPR RI 2014-2019 dari fraksi Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa dan Melchias Marcus Mekeng serta anggota DPR RI 2009-2014 dari fraksi Partai Golkar Chairuman Harahap.
"Ketiganya dipanggil sebagai saksi untuk tersangka MN (Markus Nari)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin (24/6/2019).
Melchias Marcus Mekeng dan Chairuman Harahap diketahui sudah datang ke gedung KPK. KPK telah menahan Markus Nari pada 1 April 2019 pasca ditetapkan sebagai tersangka pada 19 Juli 2017. Markus Nari ditetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus terkait KTP elektronik.
Pertama, Markus Nari diduga dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung pemeriksaan di sidang pengadilan dalam perkara tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP berbasis nomor induk kependudukan secara nasional tahun 2011-2012 pada Kementerian Dalam Negeri dengan terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Selain itu, Markus Nari juga diduga dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terhadap Miryam S Haryani dalam kasus indikasi memberikan keterangan tidak benar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada persidangan kasus KTP elektronik.
Atas perbuatannya tersebut, Markus Nari disangkakan melanggar Pasal 21 UU Nomor 20/2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Kedua, KPK juga menetapkan Markus Nari sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk berbasis Nomor Induk Kependudukan secara nasional 2011-2013 pada Kemendagri.
Markus Nari disangka melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Banggar DPR menyebut anggaran kebencanaan naik menjadi Rp1,1 triliun dari Rp494 miliar. Dana siap pakai bencana juga disiapkan Rp5 triliun.
Leeds United menghajar Newcastle 4-1 dan naik ke posisi ketiga Premier League 2026/2027 dengan delapan poin dari empat laga.
Veda Ega Pratama mengoleksi 97 poin di Moto3 2026 dan hanya butuh 13 poin untuk melewati capaian 109 poin Ai Ogura.
Klasemen Liga Italia terbaru: Roma dan Inter sama-sama 12 poin, sedangkan Como naik ke posisi ketiga setelah menang atas Parma.
PP Tunas menetapkan 22 PLF berisiko tinggi, termasuk Telegram dan Discord. Simak daftar platform dan dampaknya bagi akun anak.
BMKG mencatat HTH ekstrem hingga 131 hari di DIY. Cek daftar 17 provinsi dan kondisi musim kemarau Indonesia.