Istana Pastikan Mundurnya Perry Warjiyo Tak Ganggu Stabilitas Ekonomi
Istana memastikan pengunduran diri Perry Warjiyo tidak mengganggu kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi nasional.
IMF./Binis Indonesia
Harianjogja.com, JAKARTA — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar menyatakan dukungannya terhadap sikap pemerintah yang menolak campur tangan International Monetary Fund (IMF) dalam kebijakan ekonomi nasional. Sikap tersebut dinilai sebagai langkah berani untuk menjaga kedaulatan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global.
Menurut Anwar, keputusan tersebut tidak hanya mencerminkan kebijakan teknis semata, melainkan juga menjadi simbol komitmen kuat pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap lembaga keuangan internasional. Ia menilai, selama ini IMF kerap dikaitkan dengan kepentingan negara-negara besar yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suatu negara.
"Berani menolak IMF itu bukan hal mudah. Dibutuhkan keberanian dan komitmen kuat untuk menjaga kedaulatan bangsa," ujarnya, Ahad (14/6/2026).
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Kediri itu menegaskan bahwa Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam menentukan arah pembangunan ekonomi. Ia menilai, ketergantungan terhadap lembaga global justru bisa menghambat upaya mencapai kemandirian nasional.
Anwar juga mengaitkan langkah tersebut dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menekankan bahwa perekonomian harus disusun untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Menurutnya, arah kebijakan pemerintah saat ini dinilai sejalan dengan semangat tersebut.
Ia bahkan mengingatkan bahwa membuka kembali ruang intervensi IMF berpotensi membuat Indonesia sulit mandiri dalam jangka panjang. Karena itu, ia menilai sikap tegas pemerintah perlu terus dijaga dan diperkuat.
"Kalau ingin menjadi negara maju, kita harus mandiri. Jangan sampai kebijakan ekonomi ditentukan pihak luar," tegasnya.
Lebih lanjut, Anwar menyebut bahwa dukungan yang disampaikannya merupakan cerminan aspirasi masyarakat yang menginginkan perubahan nyata dalam tata kelola ekonomi nasional. Ia berharap pemerintah tetap konsisten menjaga arah kebijakan yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
Menurutnya, kemandirian ekonomi menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
Di akhir pernyataannya, Anwar berpesan agar pemerintah tidak menghentikan langkah-langkah strategis yang telah ditempuh. Ia menilai, momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional agar lebih tangguh, berdaulat, dan tidak mudah terpengaruh tekanan eksternal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Istana memastikan pengunduran diri Perry Warjiyo tidak mengganggu kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi nasional.
DPKP DIY menyiapkan strategi menghadapi musim kemarau, mulai dari varietas padi tahan kekeringan hingga optimalisasi irigasi dan pompa air.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.