Rumah Subsidi FLPP 2026 Tembus 77.532 Unit, Didominasi Anak Muda

Newswire
Newswire Minggu, 14 Juni 2026 08:37 WIB
Rumah Subsidi FLPP 2026 Tembus 77.532 Unit, Didominasi Anak Muda

Perumahan. - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Program rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terus mencatat pertumbuhan sepanjang 2026. Hingga 11 Juni 2026, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaporkan realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 77.532 unit rumah atau 22,15 persen dari target pemerintah tahun ini yang ditetapkan sebanyak 350.000 unit.

Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap program rumah subsidi, terutama dari kalangan generasi muda yang mendominasi penerima manfaat pembiayaan perumahan bersubsidi di berbagai daerah.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan melalui skema FLPP terus menunjukkan perkembangan positif seiring meningkatnya akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap kepemilikan rumah.

"Selain melakukan monitoring terhadap kinerja bank penyalur dan asosiasi pengembang, kami juga terus melakukan sosialisasi agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang dapat mengakses dan memanfaatkan program rumah subsidi. Tentunya hal ini kami lakukan melalui kolaborasi dengan para mitra kerja seperti Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Perbankan, hingga Asosiasi Pengembang Perumahan," ujar Heru dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Realisasi KPR Sejahtera FLPP tersebut merupakan hasil kolaborasi BP Tapera bersama 36 bank penyalur dan 21 asosiasi pengembang. Penyaluran rumah subsidi telah menjangkau 8.859 kawasan perumahan yang dibangun oleh 9.163 pengembang di 375 kabupaten/kota yang tersebar pada 35 provinsi di Indonesia.

Dari sisi perbankan, Bank BTN masih menjadi penyalur FLPP terbesar dengan realisasi 37.657 unit rumah atau setara 48,56 persen dari total penyaluran nasional hingga saat ini.

Posisi berikutnya ditempati Bank Syariah Nasional dengan penyaluran 19.088 unit rumah atau 24,61 persen. Selanjutnya Bank BRI mencatat realisasi 6.275 unit atau 8,09 persen, Bank BNI sebanyak 5.608 unit atau 7,23 persen, serta Bank Mandiri sebesar 2.755 unit atau 3,55 persen. Adapun 7,96 persen sisanya berasal dari mitra bank penyalur FLPP lainnya.

Sementara itu, dari kalangan pengembang, Real Estat Indonesia (REI) menjadi kontributor terbesar dalam pembangunan rumah subsidi dengan realisasi 32.026 unit rumah atau 41,3 persen dari total penyaluran FLPP nasional.

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) berada di posisi kedua dengan kontribusi 23.048 unit rumah atau 29,72 persen. Disusul Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) sebanyak 10.426 unit atau 13,44 persen. Kemudian Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas) menyumbang 3.532 unit atau 4,55 persen, sedangkan PI mencatat 2.475 unit atau 3,19 persen. Sebanyak 7,8 persen lainnya berasal dari asosiasi pengembang lain yang turut terlibat dalam program tersebut.

Berdasarkan data BP Tapera, kelompok usia muda menjadi segmen yang paling banyak memanfaatkan program rumah subsidi FLPP. Penerima manfaat dari kelompok usia 19–25 tahun mencapai 28.060 unit rumah atau setara 36,19 persen dari total capaian nasional sepanjang tahun ini.

Dominasi kelompok usia muda tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran generasi muda untuk memiliki rumah pertama melalui fasilitas pembiayaan bersubsidi yang disediakan pemerintah.

Dari sisi pekerjaan, pekerja sektor swasta menjadi kelompok terbesar yang memanfaatkan FLPP dengan total 52.592 penerima atau 67,83 persen dari keseluruhan penyaluran.

Selanjutnya kelompok wiraswasta tercatat sebanyak 12.699 penerima atau 16,38 persen. Pegawai Negeri Sipil (PNS) mencapai 6.343 penerima atau 8,18 persen, kategori pekerjaan lainnya sebanyak 4.723 penerima atau 6,09 persen, sedangkan anggota TNI/Polri tercatat 1.175 penerima atau 1,52 persen.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho optimistis realisasi rumah subsidi FLPP akan terus meningkat hingga akhir tahun. Untuk menjaga pencapaian target, BP Tapera secara rutin melakukan koordinasi, evaluasi, serta pemantauan terhadap kinerja bank penyalur dan asosiasi pengembang agar proses penyaluran pembiayaan rumah subsidi berjalan sesuai sasaran dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat berpenghasilan rendah di berbagai daerah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online