Dampak Kekeringan, Hotel di India Batasi Penggunaan Air

Masyarakat baris membentuk antrian untuk mengisi air ke dalam wadah di Chennai, India, Jumat (17/6 - 2019). (Reuters/P. Ravikumar)
21 Juni 2019 13:57 WIB Septina Arifiani/Egitya Eryaningwidhi News Share :

Harianjogja.com, CHENNAI – Di tengah kekeringan tahun ini, hotel-hotel di Chennai, India Selatan membatasi penggunaan air bagi pengunjung. Empat waduk yang merupakan sumber air di Chennai mengering akibat tidak turun hujan musim panas ini.

Tahun lalu, pemerintah setempat menyatakan Chennai merupakan salah satu dari 21 kota yang akan mengalami krisis air pada tahun 2020. Musim hujan yang tertunda tahun ini semakin memperparah keadaan beberapa wilayah di India.

Dilansir dari Reuters, Rabu (19/6/2019), karyawan di perusahaan Fiat Chrystler TCS sudah diminta untuk mengurangi penggunaan di kantin dan kamar mandi.

Perusahaan Cognixant Technology Solution (CTS) yang mempekerjakan ribuan orang, mengatakan telah mengurangi penggunaan air di kantin dan tempat gym.

“Kami telah beralih ke piring biodegradable [piring plastik yang dapat terurai oleh organisme], menutup kamar mandi yang ada di tempat gym, dan mengurangi penggunaan air di kantin,” ujar karyawan CTS.

India’s Weather Office menyatakan Chennai bergantung seutuhnya dengan musim hujan bulan Oktober 2018. Namun, tiga bulan terakhir tahun 2018 curah hujan tergolong rendah.

Ananda, hotel di Chennai mengemukakan bahwa mereka kekurangan air.

“Ini bukan hanya kita, semua hotel tidak mempunyai air yang cukup,” ujar P. Chandrasekhar selaku pengawas Hotel Ananda.

“Pada 2017, kami memasok 450 juta liter air. Sekarang kami memasok 525 juta liter per hari”, kata S. P. Velumani, Menteri Administratif.

Akhir-akhir ini, suhu panas di India lebih dari 40 derajat, masyarakat masih berdesakan untuk mengambil air.

Sumber : Solopos.com