BMKG Catat 1.598 Gempa Susulan di NTT, Terbesar M6,2
BMKG mencatat 1.598 gempa susulan setelah gempa M7,7 mengguncang NTT. Gempa terbesar M6,2 dan aktivitas diprediksi meluruh 2–3 pekan.
Ilustrasi
Harianjogja.com, SURABAYA--Petugas Badan Nasional dan Pencarian (Basarnas) melaporkan sedikitnya lima perahu nelayan membantu penyelematan saat kapal penumpang yang tenggelam di perairan Sumenep, Madura, Jawa Timur
Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Basarnas Kota Surabaya Tholib Mahameru kepada wartawan di Surabaya, Senin (17/6/2019) malam mengatakan lima perahu nelayan itu membantu penyelematan pertama saat Kapal Motor (KM) Arim Jaya (sebelumnya diberitakan Amin Jaya) tenggelam.
Lokasinya, tepatnya di pertengahan perairan antara Pulau Sapudi dan Pulau Giliyang, wilayah Kabupaten Sumenep, Senin.
KM Arim Jaya diketahui berangkat dari Pulau Guwa Guwa (sebelumnya diberitakan Goa Goa), Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, pada sekitar pukul 07.00 WIB tadi pagi, tujuan Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur.
Kapal kecil terbuat dari kayu berukuran 3 "gross tonnage" (GT) yang dinakhodai Arim itu diinformasikan terguling setelah terhantam ombak.
"Selama satu jam pertama setelah KM Arim Jaya terguling dan kemudian tenggelam, ada lima perahu nelayan yang kebetulan berada di dekat lokasi dan segera melakukan pertolongan pertama," katanya.
Lima perahu itu, lanjut Tholib, mengevakuasi puluhan korban yang berhasil diselamatkan dari lokasi kejadian menuju ke Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura dan selanjutnya dibawa ke Puskesmas Dungkek untuk mendapatkan perawatan medis.
Basarnas Kota Surabaya juga mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR 225 Widura untuk melakukan pencarian korban di lokasi kejadian, wilayah perairan Sumenep.
Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Dwi Budi Sutrisno menyebut total penumpang KM Arim Jaya yang tenggelam berjumlah 40 orang, selain dua orang Anak Buah Kapal (ABK).
"Dua orang penumpang meninggal dunia dalam kejadian ini, dan telah dievakuasi ke RSUD Sumenep, Madura," ujarnya.
Dia menandaskan, hingga malam ini, sebanyak 30 penumpang, termasuk seorang ABK, berhasil diselematkan.
"Seorang penumpang yang selamat saat ini dirawat di RSUD Sumenep, 29 orang lainnya mendapat perawatan medis di Puskesmas Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura," katanya, memaparkan.
Sampai sekarang petugas gabungan masih melakukan pencarian terhadap sekitar 10 korban yang masih dinyatakan hilang. "Termasuk nakhoda Arim masih belum berhasil kami temukan," ujarnya.
Dwi menegaskan prioritas utama yang dilakukan saat ini adalah mencari dan menyelamatkan para penumpang yang tenggelam. "Nanti ada penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara/Bisnis.com
BMKG mencatat 1.598 gempa susulan setelah gempa M7,7 mengguncang NTT. Gempa terbesar M6,2 dan aktivitas diprediksi meluruh 2–3 pekan.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
18 Agustus 2026 diperingati sebagai Hari Konstitusi Indonesia. Simak sejarah, makna, dan status libur nasional pada tanggal tersebut.