Andi Arief Ungkit Cerita SBY Bantu Pabowo setelah Kasus Penculikan 1998

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di kediamanya Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin(30/7).Pertemuan ini adalah lanjutan dari pertemuan di kediaman SBY di Kuningan, Jakarta, pada Selasa (24/7) malam. - Suara.com/Oke Dwi Atmaja
20 Mei 2019 17:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Buntut panasnya hubungan Gerindra dan Demokrat, masa lalu Prabowo Subianto kini diungkit-ungkit.

Posisi Partai Demokrat di dalam koalisi partai pendukung Capres - Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno kian panas usai salah satu politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean berhenti mendukung Prabowo - Sandiaga lantaran mengklaim banyak pendukung paslon tersebut yang merundung Ani Yudhoyono.

Di samping banyak yang merundung, politikus Demokrat lainnya yakni Andi Arief malah mengatakan kalau Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) malah banyak membantu Prabowo.

Andi menceritakan bahwa SBY menjadi salah satu sosok yang memaksa Prabowo kembali ke Tanah Air dari Yordania. Alasan Prabowo pindah ke Yordania lantaran dituding menjadi aktor utama dalam penculikan aktivis pada 1998 silam.

"Jadi tidak kalau SBY menghalangi Prabowo menjadi Presiden 2014 dan sekarang, wong SBY yang memaksa dan menjamin Prabowo bisa berpolitik kembali," kata Andi melalui akun Twitternya @AndiArief__ pada Minggu (19/5/2019).

Cuitan Andi tersebut malah dijawab oleh Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Andre Rosiade. Andre mengaku pertama kali bertemu dengan Prabowo pada 2001 silam saat dirinya menjadi Presiden Mahasiswa Universitas Trisaksi di Gedung Menara Rajawali di Kuningan.

Andre pun mengatakan kalau SBY bukanlah sosok yang meminta dan membantu Prabowo pulang ke Indonesia. Andre malah menyebut sosok lain yakni suami dari Megawati Soekarnoputri yang juga sempat menjabat sebagai Ketua MPR, mendiang Taufiq Kiemas.

Andre juga menyebut Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ikut membantu Prabowo agar bisa kembali ke tanah air.

"Menurut pengetahuan saya yang membantu kepulangan pak @prabowo itu adalah Almarhum pak Taufiq Kiemas dan Almarhum Gusdur di awal tahun 2000-an," kata Andre melalui akun Twitternya @andre_rosiade pada Minggu (19/5/2019).

Sumber : Suara.com