Masih Ada Kasus Korupsi Besar di KPK, Laode: Kami Ini Cuci Piring

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif - Antara/Hafidz Mubarak
15 Mei 2019 17:57 WIB Ilham Budhiman News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan kasus korupsi besar yang ditangani KPK saat ini merupakan warisan dari pimpinan sebelumnya. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Laode M Syari.

Salah satu kasus yang disinggung Syarif, misalnya, adalah kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Hal itu sekaligus menanggapi 18 kasus korupsi yang masih jalan di tempat berdasarkan catatan Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Transparency International Indonesia (TII).

Pimpinan KPK jilid IV seolah enggan disalahkan atas menunggaknya kasus-kasus tersebut. Era kepimimpinan Agus Rahardjo cs. akan berakhir tujuh bulan lagi.

"Kami ini 'cuci piring' juga kan di samping kasus-kasus yang baru. Jadi bukan salah kami semua," kata Syarif, Rabu (15/5/2019).

Perkara korupsi terkait dengan Surat Keterangan Lunas BLBI sejauh ini telah menjerat mantan Ketua BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung.

Sementara pihak lain yang disebut-sebut tengah dibidik KPK adalah pengendali saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim.

Akan tetapi, KPK di bawah kepemimpinan Agus Rahardjo belum juga menetapkan tersangka baru dalam kasus yang merugikan negara senilai Rp4,58 triliun.

"Jadi maksudnya itu, ngapain juga [pimpinan] yang dulu-dulu itu enggak habis sendiri. Gitu kan netapin tersangka tapi enggak dikerjain," kata dia.

Namun, sebelumnya Syarif mengaku ada perkembangan yang signifikan untuk menyeret tersangka baru terkait kasus BLBI.
"BLBI akan ada perkembangan yang terang," katanya.

Kendati demikian, KPK masih menutup rapat-rapat nama yang berpotensi menjadi tersangka tersebut meskipun nama Sjamsul Nursalim kerap disebut-sebut. Bahkan, komisioner KPK lainnya, Alexander Marwata, pernah menyebut sudah naik dalam tahap penyidikan.

"Saya enggak bisa sebut sekarang tapi mudah-mudahan [kasus] BLBI akan kita selesaikan. Kita berupaya terus," ujar Syarif.

Sumber : Bisnis.com