Akses Penyandang Disabilitas di Kantor Gubernur Jateng Dipermudah

Ganjar Pranowo. - Antarafoto
13 Mei 2019 13:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG--Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mempermudah akses bagi para penyandang disabilitas di kantor gubernur dengan melakukan perombakan pada beberapa bagian bangunan.

Berdasarkan pengamatan Antara di Semarang, Senin, rombakan itu terlihat di sejumlah sudut ruangan, seperti di pintu masuk Gedung A kompleks kantor Gubernur Jateng, dimana di sisi sebelah kiri telah dibuat jalan khusus bagi penyandang disabilitas.

Selain itu, di sejumlah ruangan, seperti ruangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng di lantai dua gedung tersebut juga dibangun sebuah jembatan kecil khusus bagi penyandang disabilitas yang hendak beraudiensi.

Sebelumnya, Gubernur Ganjar Pranowo berkomitmen mempermudah akses bagi penyandang disabilitas dengan menyediakan berbagai fasilitas umum bagi para difabel. "Setiap gedung publik di Jateng harus memenuhi persyaratan ramah terhadap masyarakat berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas," katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu meminta semua kepala daerah di Jateng untuk menyediakan aksesibilitas bagi penyandang difabel karena selama ini masih banyak gedung perkantoran yang belum ramah difabel.

"Saya pernah merasa ditampar, saat mengundang penyandang difabel pentas di Wisma Perdamaian, mereka tidak bisa naik ke panggung karena memang tidak ada aksesnya. Dari situ saya tergugah dan sadar bahwa masih banyak gedung perkantoran yang tidak ramah difabel," ujarnya.

Pendiri sekaligus Inisiator Roemah Difabel Semarang B Noviani Dibyantari mengatakan pihaknya mengapresiasi dan sangat bangga atas komitmen Gubernur Jateng dalam penyediaan aksesbilitas sahabat difabel tersebut.

"Terima kasih dan apresiasi setingginya terhadap Pak Ganjar yang sudah memegang komitmennya bahwa di tahun 2019 aksesbilitas untuk sahabat difabel harus sudah dibenahi, dibuat dan disiapkan," katanya.

Ia berharap apa yang dilakukan Gubernur Ganjar Pranowo di kantornya itu dapat ditiru oleh bupati/wali kota di daerah lain

Sumber : Antara