Elite Demokrat Kritik Prabowo Subianto

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) bersama Cawapres Sandiaga Uno dan petinggi partai pendukung mengangkat tangan saat mendeklarasikan kemenangannya pada Pilpres 2019 kepada awak media di kediaman Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4/2019). - Antara/Indrianto Eko Suwarso
06 Mei 2019 00:17 WIB Adib Muttaqin Asfar News Share :

Harianjogja.com, JOGJA -- Prabowo Subianto dikritik oleh anggota koalisinya. Kubu Prabowo terus melontarkan tuduhan adanya kecurangan dan perintah mengawal form C1.

Sementara, penghitungan KPU pun telah melampaui 60% dari total jumlah TPS di Indonesia dan hasilnya menunjukkan keunggulan Jokowi-Maruf Amin dengan persentase lebih dari 56%.

Wakil Sekjen Partai Demokrat, Rachland Nasidik, mempertanyakan sikap Prabowo menghadapi situasi ini. Dia pun mengkritik imbauan agar relawannya mengawal form C1 yang menurutnya tak akan mengubah keadaan.

"Pak Prabowo, apakah Anda punya ide untuk mengatasi jalan buntu ini? Berkutat mengawal C1 saja tak akan banyak mengubah keadaan. Sampaikan ide yang terang dan mencerminkan pengamatan mendalam. Dan berjuanglah paling depan untuk mewujudkannya!" kicau Rachland melalui akun Twitter @RachlanNashidik, Sabtu (4/5/2019).

Rachland juga mengkritik sikap Prabowo terhadap berbagai masalah pemilu, termasuk soal kematian ratusan orang yang terkait penyelenggaraan Pemilu 2019.

"Andalah pemimpin koalisi, calon presiden, Super Star. Anda harus di depan. Menunjukkan arah, mengungkap cara mengatasi rintangan. Misalnya kematian 400 orang penyelenggara pemilu. Apa hendak Ada lakukan? Anda tak bisa berhenti pada pernyataan bahwa itu 'tak masuk akal'," kicaunya.

"Dalam Pemilu ini ada kecenderungan Islamofobia pada satu pihak dan pengerasan politik identitas pada pihak lain. Sebagai pemimpin koalisi, apa jalan Anda bagi masalah ini? Mengobarkan fanatisme mungkin memberi tenaga untuk mengusut kecurangan. Tapi apa akibatnya bagi Indonesia?"

"Kita sudah dengar pendapat Habib Rizieq, Rizal Ramli, Haris Azhar. Pak SBY sedari awal juga memberi masukan. Soalnya adalah, sebagai pemimpin koalisi, ide Anda sendiri apa? Nyatakanlah, terangkan pikiran publik, yakinkan rakyat itu jalan terbaik, dan pimpin koalisi mewujudkannya."

Prabowo sendiri belum mengeluarkan pernyataan terbaru untuk menyikapi perkembangan hasil real count KPU yang masih terus berjalan. Sebelumnya, setelah sejumlah lembaga survei merilis hasil quick count Pilpres 2019 pada 17 Mei lalu, Prabowo telah beberapa kali mendeklarasikan kemenangan. Meski dalam hasil quick count beberapa lembaga, Jokowi-Maruf disebut unggul atas Prabowo-Sandiaga.

Sumber : JIBI/Solopos