Moeldoko Minta Rizieq Shihab Berhenti Membingungkan Masyarakat

Moeldoko - JIBI/Bisnis Indonesia/Dwi Prasetya
02 Mei 2019 23:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Kepala Staf Presiden Moeldoko menegaskan penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) merupakan proses konstitusional sehingga tidak bisa dihentikan dihentikan di tengah jalan.

Pernyataan itu disampaikan Moeldoko menyusul permintaan pentolan FPI Rizieq Shihab yang menyarankan agar BPN Prabowo-Sandiaga mendesak KPU untuk menghentikan proses real count sehingga tidak membingungkan masyarakat. Permintaan Rizieq disampaikan melalui Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Yusuf Muhammad Martak, di Hotel Lor In, Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (1/5/2019) kemarin.

Mantan Panglima TNI itu kemudian meminta agar Rizieq tidak membuat sesuatu yang dapat membingungkan masyarakat. Ia mengimbau semua pihak mengikuti semua ketentuan aturan yang ada di Undang-undang Pemilu yang sudah dilahirkan oleh semua partai politik.

“Jangan buat sesuatu yang membingungkan masyarakat, jangan. Ikuti semua ketentuan konsitusi. Undang Undang Pemilu dilahirkan oleh semua parpol. Masak baru dijalankan baru ribut. Kan enggak fair,” ujar Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Moeldoko juga mengimbau semua pihak mengikuti hal-hal yang sudah disepakati bersama aturan yang sudah tertuang di dalam UU Pemilu.

“Menurut saya ikuti hal yang sudah disepakati bersama. Tentang prosesnya ada hal yang kurang itu tanggung jawab kita perbaiki,” ujar dia.

Sumber : Suara.com