Advertisement
Bowo Sidik Sebut Nusron Wahid Perintahkan Serangan Fajar, Petinggi Golkar Angkat Tangan
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan tim KPK menunjukkan barang bukti OTT Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso dalam konferensi pers di KPK Jakarta, Kamis (28/3/2019) - Bisnis/Ilham Budiman
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Kasus dugaan "serangan fajar" yang disiapkan anggora DPR, Bowo Sidik Pangarso dibantah oleh Golkar. Sebelumnya, tersangka dugaan suap jasa angkut pupuk, Bowo Sidik Pangarso menyeret nama politikus Partai Golkar Nusron Wahid usai diperiksa penyidik KPK, Selasa (9/4/2019).
Sebelumnya, Bowo mengaku bahwa Nusron yang merupakan kolega sesama Caleg Golkar, memintanya menyiapkan 400.000 amplop "serangan fajar" berisi pecahan Rp20.000-Rp50.000, sebagai strategi pemenangan kontestasi Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 di daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah II.
Advertisement
Ketika dikonfirmasi, Nusron hanya menjawab singkat, "Tidak benar," pada Rabu (10/3/2019) pukul 10.13 WIB.
Sedangkan Ketua DPP Golkar Tb Ace Hasan Syadzily, membantah bahwa Partai Golkar memerintahkan atau mengizinkan para Caleg-nya melakukan politik kotor. Ace menjamin, adanya amplop "serangan fajar" tersebut hanyalah strategi pribadi pelaku.
BACA JUGA
"Kita serahkan ke proses hukum saja, yang pasti tidak ada kebijakan resmi seperti itu [money politics] dari Partai Golkar. Karena Partai Golkar menghormati proses demokrasi yang sehat," jelas Ace kepada, Rabu (10/3/2019) pukul 17.36 WIB.
"Yang jelas, Partai Golkar memerintahkan kepada seluruhnya Caleg-nya untuk menggunakan cara-cara yang tidak melanggar aturan perundang-undangan. Soal strategi di lapangan, tentu setiap orang memiliki caranya masing-masing," tambah Ace.
Sementara perkara tuduhan keterlibatab Nusron, ataupun tuduhan yang disebut melibatkan TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace hanya menyebut bahwa pihak yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) memang biasanya memiliki kecenderungan menyeret pihak lain.
"Itu kan pengakuan dari Bowo, apa itu benar? Selalu ada tendensi seseorang yang OTT, berusaha melibatkan pihak lain," ujarnya.
"Apalagi dikait-kaitkan dengan kebijakan TKN [Jokowi-Ma'ruf]. Tidak ada TKN membuat kebijakan dan strategi pemenangan seperti itu [menggunakan politik uang]," tutup Ace.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hujan Deras dan Angin Kencang Ganggu 15 Penerbangan di Juanda
- Iran Sebut AS Minta Bantuan Negara Regional Amankan Selat Hormuz
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
- Prabowo Perintahkan Polri Usut Tuntas Penyiraman Andrie Yunus
Advertisement
Polda DIY Siagakan di GT Purwomartani, Antisipasi Antrean Mengular
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Antonelli Pecahkan Rekor, Raih Pole Position Termuda F1 di China
- Borneo FC vs Persib Bandung, Duel Penentu Puncak Klasemen
- UEA Larang Rekam Dampak Serangan Militer, Pelanggar Terancam Penjara
- Penipuan Digital Tembus 432 Ribu Kasus, Dokumen Palsu Marak
- Persija vs Dewa United, Macan Kemayoran Wajib Menang
- KPK: Jika Tak Tertangkap, Bupati Cilacap Berpotensi Memeras Lagi
- Idulfitri 1447 H di Australia Ditetapkan Jatuh pada 20 Maret 2026
Advertisement
Advertisement






