Advertisement
KPK Siap Umumkan Nama Anggota Dewan Tak Lapor LHKPN
Empat pemanjat profesional membentangkan spanduk yang bertuliskan "Berani Lapor Hebat" di gedung KPK C1 Jalan HR Rasuna Said, Jakarta (26/3/2018). - ANTARA/Hafidz Mubarak A
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan membeberkan nama-nama anggota dewan yang tak melaporkan harta kekayaan mereka, hari ini.
Sebanyak 44% dari total anggota dewan yang tidak melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terdiri dari DPR, DPRD dan DPD.
Advertisement
Pengumuman tersebut termasuk nama-nama pejabat yang mencalonkan kembali sebagai anggota legislatif di Pemilu 2019.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pihaknya tengah bertemu dengan KPU, Senin (8/4/2019).
BACA JUGA
Rombongan KPU yang dipimpin Ketua KPU Arif Budiman, dan tiga Komisioner KPU Pramono Unaid Tanthowi, Ilham Saputera, dan Evi Novida Ginting telah datang ke Gedung KPK.
Mereka diterima oleh para pimpinan KPK, Deputi Bidang Pencegahan Pahala Nainggolan dan Direktur PP LHKPN Isnaini.
"Kami membicarakan lebih lanjut kerja sama yang dapat dilakukan untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas, salah satunya dukungan KPK melalui pelaksanaan tugas Pencegahan Korupsi, yaitu pelaporan LHKPN di sektor legislatif," kata Febri, Senin.
Febri mengatakan setelah pertemuan ini, KPK bersama KPU akan mengumumkan secara resmi nama-nama anggota DPR, DPD dan DPRD yang telah melaporkan LHKPN secara tepat waktu, terlambat dan belum melaporkan sama sekali.
Adapun batas waktu pelaporan LHKPN periodik 2018 telah berakhir pada 31 Maret lalu. "Total nama yang akan diumumkan adalah sekitar 18.353 orang penyelenggara negara. Diharapkan Informasi ini dapat membantu masyarakat untuk memilih pada 17 April 2019 nanti," ujarnya.
Pengumuman tersebut, lanjut dia, menjadi rangkaian dari program politik berintegritas KPK sekaligus perwujudan slogan yang sering digembor-gemborkan KPK yaitu pilih yang jujur.
"Ini kami harap dapat menjadi ikhtiar bersama menjaga proses Pemilu 2019 agar lebih berpeluang menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berintegritras," ujar Febri.
Sebelumnya, KPK mencatat hanya 56,32% anggota DPR yang melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) hingga batas akhir pada 31 Maret 2019 pukul 23.59 WIB.
Persentase tersebut berdasarkan 554 wajib lapor. Artinya, baru 312 yang melaporkan, sedangkan 242 anggota DPR belum melaporkan harta kekayaannya.
Selanjutnya, DPRD dengan wajib lapor 17.526, baru 8.747 orang yang melaporkan hartanya atau 49,91%. Kemudian 32 orang DPD RI yang belum melaporkan dari 132 orang wajib lapor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Batas Lapor SPT 30 April, Telat Kena Denda Rp100.000
- Terjebak di Lantai 23, Ini Pesan di Baju Selamatkan Penghuni Kebakaran
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
Advertisement
Khitan Gratis di Sleman Diserbu Anak dari Berbagai Kapanewon
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
- 95 Pelanggaran TKA SD-SMP Terungkap, Mayoritas Dilakukan Pengawas
- Kasus Daycare Jogja, Pemerintah Bentuk Gugus Tugas Perlindungan Anak
- Pemerintah Terbitkan Permenaker 7/2026 Tentang Outsourcing, Ini Isinya
- Kolaborasi IDM-BTN Dorong Pariwisata Budaya Kelas Dunia
- MayDay 2026, Bupati Sleman Gelar Dialog dengan Serikat Buruh
- 584 Siswa dan Guru di Klaten Diduga Keracunan MBG
- Fakta Baru! Sopir Taksi Listrik Baru 3 Hari Kerja Saat Kecelakaan
Advertisement
Advertisement







