Bantul Siapkan Rp2 Miliar untuk Membangun RTH

Ilustrasi Ruang Terbuka Hijau. - JIBI
26 Maret 2019 18:27 WIB Ujang Hasanudin News Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul tahun ini berencana membangun lima titik ruang terbuka hijau (RTH). Anggaran untuk kelima RTH tersebut disiapkan Rp2 miliar dari APBD Murni 2019 ini.

Kepala DLH Bantul, Ari Budi Nugroho mengatakan lima titik RTH yang akan dibangun dua di antaranya di wilayah perkotaan, tepatnya di depan Markas Polres Bantul dan Simpang Empat Klodran. Sementara tiga RTH lainnya di wilayah Sewon, Piyungan, dan Kasihan. "Bukan hanya sekedar RTH yang kami bangun tapi juga berfungsi sebagai tempat resapan air sekaligus tempat bermain," kata Ari, Senin (25/3/2019).

Ia mencontohkan RTH Paseban saat ini sudah tidak mampu lagi menampung masyarakat saat sore dan malam hari, terlebih saat akhir pekan. Karena itu menurutnya, RTH publik masih sangat kurang di Bantul. Ia berharap RTH Klodran dan dean Markas Polres Bantul dapat memecah keramaian di sekitar Taman Paseban.

Pembangunan RTH depan Polres Bantul nantinya akan membongkar sebagian aspal untuk dijadikan sumber peresapan dan penanaman pohon. Pihaknya mengklaim sudah mensosialisasikan rencana pembangunan RTH tersebut kepada sejumlah pihak.

Proses pembangunan RTH nantinya juga akan melibatkan pihak swasta melalui dana corporate social responsibility (CSR) dan masyarakat. Ari mengaku setiap tahun akan beruaya menambah RTH karena RTH di Bantul masih kurang banyak. Ia tidak menyebut kurang berapa namun konsep pembangunan setiap RTH akan didesain menjadi ruang publik. "Terutama RTH di perkotaan yang menjadi ruang publik," ujar Ari.

Selain membangun RTH dan ruang publik, DLH Bantul juga berencana menanam pohon di sepanjang bantaran sungai untuk peresapan. DLH juga akan menggandeng komunitas sungai untuk bersih-bersih sampah yang mengotori sungai. Sampah, kata Ari, menjadi salah satu penyebab genangan air selain intensitas hujan tinggi.

Berdasarkan hasil pengamatan dia genangan air Kali Celeng di wilayah Imogiri itu banyak ditemukan sampah di saluran air. Bahkan khusus di jalan Imogiri Mangunan, atau utara lapangan Karangtalun hingga depan Polsek Imogiri pihaknya mengangkut sebanyak 10 truk sampah. Belum termasuk sampah di kawasan pemukiman.