Advertisement
Izin Kampus Kedokteran SMVDMI Dicabut, Picu Polemik Politik
Bendera India (Freepik)
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Izin operasional Shri Mata Vaishno Devi Medical Institute (SMVDMI) di Jammu dan Kashmir dicabut otoritas India. Keputusan ini memicu polemik karena muncul usai protes soal mayoritas mahasiswa Muslim.
Komisi Medis Nasional (NMC) berdalih pencabutan pengakuan dilakukan karena kegagalan institusi memenuhi standar infrastruktur, seperti kekurangan staf pengajar dan fasilitas perpustakaan. Namun, langkah ini diambil tepat setelah gelombang protes kelompok sayap kanan Hindu yang mempersoalkan dominasi mahasiswa Muslim di kampus yang menyandang nama dewi Hindu tersebut.
Advertisement
Ketegangan memuncak saat data angkatan pertama program MBBS terungkap. Dari 50 mahasiswa yang lolos seleksi nasional (NEET), 42 di antaranya merupakan Muslim, tujuh Hindu, dan satu Sikh. Kelompok pemrotes berargumen bahwa kampus yang didanai sumbangan umat Hindu dari Kuil Mata Vaishno Devi tidak seharusnya didominasi oleh mahasiswa Muslim.
Klaim NMC mengenai infrastruktur yang buruk dibantah keras oleh mahasiswa setempat. Jahan, salah satu mahasiswa, menyatakan fasilitas kampus sebenarnya sangat memadai untuk praktik bedah.
BACA JUGA
"Kami memiliki empat kadaver per angkatan, sementara kampus lain terkadang hanya punya satu. Kami punya kesempatan bedah mandiri," ungkapnya kepada Al Jazeera.
Analis politik Zafar Choudhary turut mempertanyakan logika pencabutan izin yang mendadak ini, tepat setelah aksi protes agama mencuat.
Bagi para mahasiswa, penutupan ini merupakan pukulan telak atas kerja keras mereka dalam ujian kompetitif. "Mereka mengubah prestasi kami menjadi persoalan agama," keluh Saniya Jan (18), salah satu mahasiswa yang terdampak.
Menanggapi krisis ini, Kepala Menteri Jammu dan Kashmir, Omar Abdullah, mengecam keras penutupan tersebut. Ia berjanji akan memindahkan ke-50 mahasiswa terdampak ke perguruan tinggi kedokteran lain di wilayah tersebut guna menyelamatkan masa depan pendidikan mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
- Pemeriksaan Yaqut Berlanjut Setelah Kembali ke Rutan KPK
Advertisement
Advertisement








