Advertisement

Izin Kampus Kedokteran SMVDMI Dicabut, Picu Polemik Politik

Jumali
Jum'at, 16 Januari 2026 - 08:27 WIB
Jumali
Izin Kampus Kedokteran SMVDMI Dicabut, Picu Polemik Politik Bendera India (Freepik)

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Izin operasional Shri Mata Vaishno Devi Medical Institute (SMVDMI) di Jammu dan Kashmir dicabut otoritas India. Keputusan ini memicu polemik karena muncul usai protes soal mayoritas mahasiswa Muslim.

Komisi Medis Nasional (NMC) berdalih pencabutan pengakuan dilakukan karena kegagalan institusi memenuhi standar infrastruktur, seperti kekurangan staf pengajar dan fasilitas perpustakaan. Namun, langkah ini diambil tepat setelah gelombang protes kelompok sayap kanan Hindu yang mempersoalkan dominasi mahasiswa Muslim di kampus yang menyandang nama dewi Hindu tersebut.

Advertisement

Ketegangan memuncak saat data angkatan pertama program MBBS terungkap. Dari 50 mahasiswa yang lolos seleksi nasional (NEET), 42 di antaranya merupakan Muslim, tujuh Hindu, dan satu Sikh. Kelompok pemrotes berargumen bahwa kampus yang didanai sumbangan umat Hindu dari Kuil Mata Vaishno Devi tidak seharusnya didominasi oleh mahasiswa Muslim.

Klaim NMC mengenai infrastruktur yang buruk dibantah keras oleh mahasiswa setempat. Jahan, salah satu mahasiswa, menyatakan fasilitas kampus sebenarnya sangat memadai untuk praktik bedah.

"Kami memiliki empat kadaver per angkatan, sementara kampus lain terkadang hanya punya satu. Kami punya kesempatan bedah mandiri," ungkapnya kepada Al Jazeera.

Analis politik Zafar Choudhary turut mempertanyakan logika pencabutan izin yang mendadak ini, tepat setelah aksi protes agama mencuat.

Bagi para mahasiswa, penutupan ini merupakan pukulan telak atas kerja keras mereka dalam ujian kompetitif. "Mereka mengubah prestasi kami menjadi persoalan agama," keluh Saniya Jan (18), salah satu mahasiswa yang terdampak.

Menanggapi krisis ini, Kepala Menteri Jammu dan Kashmir, Omar Abdullah, mengecam keras penutupan tersebut. Ia berjanji akan memindahkan ke-50 mahasiswa terdampak ke perguruan tinggi kedokteran lain di wilayah tersebut guna menyelamatkan masa depan pendidikan mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jalur Trans Jogja, Jumat 16 Januari 2026

Jalur Trans Jogja, Jumat 16 Januari 2026

Jogja
| Jum'at, 16 Januari 2026, 09:07 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement