Satpam SPPG Kecandran Salatiga Ditemukan Meninggal Saat Pergantian Jaga
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Foto ilustrasi bantuan sosial (bansos), dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.
Harianjogja.com, JAKARTA—Banyak lansia layak bantu belum terjangkau karena belum terdata. Padahal, pendaftaran bansos lansia kini bisa dilakukan secara daring melalui aplikasi maupun luring lewat kantor desa. Memahami jalur ini menjadi kunci agar hak warga usia 60 tahun ke atas tidak terlewat.
Salah satu skema bansos lansia disalurkan melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Dalam program ini, lansia berusia minimal 60 tahun dari keluarga miskin atau rentan miskin berhak menerima bantuan tunai untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar, seperti kesehatan, gizi, dan kebutuhan hidup sehari-hari. Bantuan ini sekaligus bertujuan mengurangi beban pengeluaran keluarga.
Meski demikian, tidak semua lansia otomatis menerima bansos. Pemerintah menetapkan sejumlah kriteria penerima, antara lain berusia di atas 60 tahun, tidak memiliki penghasilan tetap, hidup sendiri atau bergantung pada keluarga, serta tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pendataan ini menjadi kunci agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Selain PKH, berdasarkan Budget Issue Brief (BIB) Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Sosial (Kemensos) juga memiliki program perlindungan khusus lansia, yakni Program Asistensi Lanjut Usia (ASLUT) yang kemudian berubah menjadi Program Bantuan Lanjut Usia (Bantu-LU) sejak 2019. Program ini menyasar lansia tidak potensial, tinggal sendiri atau hanya bersama pasangan, bukan penerima PKH, serta berada dalam kondisi sangat rentan, termasuk lansia yang terbaring di tempat tidur.
Pada 2019, besaran bantuan Bantu-LU mencapai Rp2.400.000 per tahun atau Rp200.000 per bulan. Pada 2020, nilainya meningkat menjadi Rp2.700.000 per tahun dengan komponen bantuan langsung, dukungan keluarga perawat lansia, serta dana perawatan dan terapi sosial. Namun, keterbatasan kuota dan wilayah membuat program ini belum menjangkau seluruh lansia di Indonesia.
Sementara itu, PKH Komponen Lansia telah berjalan sejak 2016 dengan sejumlah penyesuaian kebijakan. Awalnya, program ini hanya menyasar lansia berusia 70 tahun ke atas. Pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020, besaran bantuan meningkat menjadi Rp3.000.000 per tahun atau Rp300.000 per bulan. Meski demikian, nilai tersebut masih berada di bawah garis kemiskinan nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, penerima PKH Komponen Lansia baru mencapai sekitar 11 persen dari total populasi lansia. Bahkan, masih ditemukan ketidaktepatan sasaran, di mana sebagian rumah tangga lansia dari kelompok ekonomi atas tercatat sebagai penerima, sementara lansia dari kelompok ekonomi terbawah belum sepenuhnya terjangkau.
Bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan lansia agar berpeluang menerima bansos, pendaftaran dapat dilakukan secara daring maupun luring. Berikut tahapan yang dapat dilakukan:
Cara daftar bansos lansia secara online melalui aplikasi:
- Unduh aplikasi resmi “Cek Bansos” dari Kementerian Sosial melalui Play Store.
- Buat akun baru dengan mengisi Nomor Kartu Keluarga (KK), Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan nama lengkap.
- Lakukan swafoto dengan KTP serta unggah foto KTP.
- Setelah akun diverifikasi admin, masuk ke menu “Daftar Usulan”.
- Klik “Tambah Usulan” dan lengkapi data lansia yang akan didaftarkan.
- Unggah foto rumah tampak depan serta foto kondisi kamar atau ruang tamu.
Cara daftar bansos lansia secara offline melalui desa atau kelurahan:
- Siapkan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK) lansia.
- Datangi kantor desa atau kelurahan setempat.
- Temui petugas operator SIKS-NG atau aparat desa.
- Ajukan permohonan agar lansia dimasukkan ke dalam DTKS.
- Data akan dibahas melalui Musyawarah Desa atau Kelurahan (Musdes/Muskel) sebelum diteruskan ke Dinas Sosial kabupaten atau kota.
Jika terdaftar dan ditetapkan sebagai penerima manfaat, lansia akan memperoleh bantuan sebesar Rp2.400.000 per tahun yang disalurkan secara bertahap. Pencairan dilakukan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) atau PT Pos Indonesia, baik secara tunai maupun nontunai.
Ke depan, perluasan cakupan bansos lansia menjadi agenda penting dalam menghadapi tantangan meningkatnya populasi lanjut usia. Penguatan program bantuan sosial diharapkan mampu memastikan setiap lansia, terutama kelompok rentan, memperoleh jaminan hidup layak dan perlindungan sosial yang berkelanjutan.
Pendaftaran bansos lansia bukan sekadar urusan administrasi, melainkan pintu masuk perlindungan sosial. Dengan memanfaatkan aplikasi Cek Bansos atau jalur kantor desa, keluarga dapat memastikan lansia masuk DTKS, memperoleh PKH lansia, dan berhak atas bantuan sosial yang layak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Sabtu 26 September 2026, lengkap dengan harga jual dan buyback.
UNS Surakarta juara Campus League Badminton 2026 setelah menaklukkan BINUS dalam drama tiga set. UNS juga meraih gelar ganda putra.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memperkuat sinergi dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan para pelaku usaha di kawasan industri
Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun. Simak profil, pendidikan, perjalanan seni, penghargaan, hingga kiprahnya di DPR.
Sakit gigi berulang dan gigi berlubang dalam bisa menjadi tanda kerusakan. Kenali kapan Perawatan Saluran Akar atau PSA diperlukan.