Advertisement

Trump Pertimbangkan Operasi Khusus AS Hantam Kartel Fentanyl

Jumali
Jum'at, 16 Januari 2026 - 11:47 WIB
Jumali
Trump Pertimbangkan Operasi Khusus AS Hantam Kartel Fentanyl Donald Trump / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintahan Donald Trump dikabarkan mempertimbangkan pengerahan pasukan khusus dan CIA untuk operasi bersama di Meksiko. Hal ini terkait pembongkaran jaringan produksi fentanyl.

Laporan New York Times, Kamis (15/1/2026), menyebutkan pejabat Washington menginginkan keterlibatan langsung pasukan operasi khusus serta agen CIA. Mereka direncanakan mendampingi tentara Meksiko dalam penggerebekan pabrik narkoba sintetis yang dikendalikan kartel.

Advertisement

Langkah ini merupakan perwujudan janji kampanye Presiden Trump yang berkomitmen memberantas kartel narkoba dengan pendekatan militeristik. Dalam wawancara terbaru dengan Fox News, Trump secara blak-blakan menyebut kartel telah mengendalikan Meksiko dan menyarankan serangan langsung untuk melumpuhkan kekuatan mereka.

"Presiden Trump mempertimbangkan semua opsi untuk menghentikan penyelundupan narkoba ke AS," ujar seorang pejabat Gedung Putih kepada Reuters.

Meski tekanan kian menguat, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tetap bersikap defensif. Ia secara tegas menolak segala bentuk intervensi militer asing di wilayah kedaulatannya.

Meskipun Sheinbaum mengaku sempat melakukan percakapan positif dengan Trump mengenai isu keamanan dan perdagangan, ia menekankan bahwa kerja sama bilateral tidak boleh melanggar kedaulatan fisik Meksiko. Bagi pemerintahannya, kehadiran militer AS di tanah Meksiko adalah batas yang tidak bisa dinegosiasikan.

Efek Penangkapan Nicolas Maduro
Laporan tersebut mengindikasikan bahwa kepercayaan diri Washington meningkat pasca-keberhasilan pasukan AS menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, pada 3 Januari lalu. Operasi tersebut tampaknya menjadi cetak biru bagi AS untuk mempertimbangkan pendekatan serupa terhadap kartel-kartel besar di Meksiko.

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Luar Negeri Meksiko belum memberikan komentar resmi. Pihak Reuters juga masih berupaya melakukan verifikasi independen terhadap detail laporan yang pertama kali diungkap oleh New York Times tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Agenda Event, Pariwisata, Konser dan Olahraga, 16 Januari 2026

Agenda Event, Pariwisata, Konser dan Olahraga, 16 Januari 2026

Jogja
| Jum'at, 16 Januari 2026, 10:37 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement