Advertisement
Trump Pertimbangkan Operasi Khusus AS Hantam Kartel Fentanyl
Donald Trump / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintahan Donald Trump dikabarkan mempertimbangkan pengerahan pasukan khusus dan CIA untuk operasi bersama di Meksiko. Hal ini terkait pembongkaran jaringan produksi fentanyl.
Laporan New York Times, Kamis (15/1/2026), menyebutkan pejabat Washington menginginkan keterlibatan langsung pasukan operasi khusus serta agen CIA. Mereka direncanakan mendampingi tentara Meksiko dalam penggerebekan pabrik narkoba sintetis yang dikendalikan kartel.
Advertisement
Langkah ini merupakan perwujudan janji kampanye Presiden Trump yang berkomitmen memberantas kartel narkoba dengan pendekatan militeristik. Dalam wawancara terbaru dengan Fox News, Trump secara blak-blakan menyebut kartel telah mengendalikan Meksiko dan menyarankan serangan langsung untuk melumpuhkan kekuatan mereka.
"Presiden Trump mempertimbangkan semua opsi untuk menghentikan penyelundupan narkoba ke AS," ujar seorang pejabat Gedung Putih kepada Reuters.
BACA JUGA
Meski tekanan kian menguat, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tetap bersikap defensif. Ia secara tegas menolak segala bentuk intervensi militer asing di wilayah kedaulatannya.
Meskipun Sheinbaum mengaku sempat melakukan percakapan positif dengan Trump mengenai isu keamanan dan perdagangan, ia menekankan bahwa kerja sama bilateral tidak boleh melanggar kedaulatan fisik Meksiko. Bagi pemerintahannya, kehadiran militer AS di tanah Meksiko adalah batas yang tidak bisa dinegosiasikan.
Efek Penangkapan Nicolas Maduro
Laporan tersebut mengindikasikan bahwa kepercayaan diri Washington meningkat pasca-keberhasilan pasukan AS menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, pada 3 Januari lalu. Operasi tersebut tampaknya menjadi cetak biru bagi AS untuk mempertimbangkan pendekatan serupa terhadap kartel-kartel besar di Meksiko.
Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Luar Negeri Meksiko belum memberikan komentar resmi. Pihak Reuters juga masih berupaya melakukan verifikasi independen terhadap detail laporan yang pertama kali diungkap oleh New York Times tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Kota Besar
- Qatar Tegaskan Tidak Berperang dengan Iran, Klaim Hak Bela Diri
- Iran Memanas, 15 WNI di Teheran Siap Dievakuasi Lewat Azerbaijan
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
Advertisement
Efisiensi Rapat, Anggaran Jalan Kulonprogo 2026 Naik Drastis
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Imbas Serangan Drone, Kedubes AS di Riyadh Tutup Layanan Total
- Gerakan Jogja Berhati Nyaman di DPRD Kota Jogja Kini Dua Kali Sepekan
- Jadi Daya Tarik Budaya, Melasti Ngobaran Masuk Kalender Wisata 2027
- Film Setan Alas Usung Meta-Horor, Tayang Serentak 181 Layar Bioskop
- Waspada Inflasi, BPS Kota Jogja Pantau Dampak Perang Terhadap Emas
- Ada Kebijakan WFA, Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Dua Kali
- 10 ASN Pemkab Pekalongan Diperiksa KPK Seusai OTT Bupati
Advertisement
Advertisement







